(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Zulmi merupakan salah satu anggota TNI yang masuk dalam 756 prajurit perdamaian asal Indonesia dan ditugaskan di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak tahun 2025 lalu.
Ia menjadi salah satu dari tiga anggota TNI yang gugur dalam insiden serangan dan terkena ranjau darat di Lebanon Selatan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026. Sementara empat prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melayat ke rumah duka almarhum Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi pada Rabu (1/4/2026). Dia datang bersama sang istri Evi Sophia Indra.
Agus menegaskan, Kapten Zulmi dan dua prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian akan mendapatkan hak sesuatu aturan. Selain itu, Agus memastikan almarhum akan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Selain Zulmi, ada dua orang prajurit lainnya yang gugur di Lebanon yaitu, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Rhomadhon. Dia memastikan, semuanya akan mendapatkan hak prajurit.
"Kami memberikan hak kepada prajurit yang gugur. Pertama akan memberikan KPLB kepada seluruhnya, kemudian hak lain dari Asabri Rp350 juta akan diberikan," ucap dia.
"Beasiswa juga untuk anak Rp30 juta, sekolah anaknya juga akan kami perhatikan sampai nanti besar. Gaji akan diberikan 12 penuh 100 persen. Dan tabungan hari tua dihitung mulai berdinas di militer," kata Agus.