Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-28 at 15.51.512.jpg
Dok IDN Times

Intinya sih...

  • PP Persis menggelar Safari Dakwah dan Sosialisasi Hasil Sidang Dewan Hisbah di wilayah terpencil

  • Materi dakwah bersifat aplikatif, pembaruan ketaatan jam’iyyah jadi fondasi ketahanan umat, serta panduan keumatan yang relevan

  • Safari dakwah menjangkau daerah minim sentuhan pembinaan intensif, menekankan pentingnya pembaruan ketaatan jam’iyyah, dan hadirkan panduan keumatan yang kontekstual

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banjar, IDN Times - Bidang Dakwah dan Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menggelar Safari Dakwah dan Sosialisasi Hasil Sidang Dewan Hisbah ke sejumlah wilayah yang memiliki keterkaitan historis dan sosial dengan Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada 28–29 Januari 2026, mencakup Banjar, Ciamis, Pangandaran, hingga Cilacap.

Salah satu titik safari dakwah dilaksanakan di Masjid Persis Husnul Khotimah, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Meski secara administratif masuk Jawa Tengah, kawasan ini memiliki kedekatan sosial, budaya, dan akses dengan wilayah Jawa Barat.

Ketua Bidang Dakwah PP Persis, KH Uus Muhammad Ruhiat, menyebut safari dakwah ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan umat di wilayah-wilayah yang relatif jauh dari pusat kegiatan jam’iyyah.

“Wilayah seperti Wanareja ini secara akses justru lebih dekat ke Jawa Barat. Karena itu, pembinaan keumatan tidak bisa dibatasi oleh garis administratif,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

1. Menjangkau wilayah terpencil demi pemerataan pembinaan umat

Dok IDN Times

Menurut KH Uus, safari dakwah PP Persis sengaja diarahkan ke daerah-daerah yang secara geografis terpencil dan minim sentuhan pembinaan intensif. Jarak tempuh yang panjang tidak menjadi hambatan untuk memastikan dakwah dan penguatan jam’iyyah tetap berjalan.

Materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan membumi, mulai dari motivasi beragama, penguatan kebersamaan warga Persis, hingga dorongan memakmurkan masjid sebagai pusat aktivitas sosial umat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang pembinaan umat dan penguatan solidaritas sosial,” kata KH Uus.

2. Pembaruan ketaatan jam’iyyah jadi fondasi ketahanan umat

Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Freepik.com)

Dalam safari dakwah ini, PP Persis juga menekankan pentingnya pembaruan ketaatan dan penguatan komitmen terhadap baiat jam’iyyah. Menurut KH Uus, ketaatan organisasi menjadi pagar penting agar umat tetap kokoh di tengah berbagai pengaruh sosial dan perubahan zaman.

“Ketaatan terhadap baiat perlu terus dihidupkan, agar jam’iyyah memiliki ketahanan sosial dan mampu menyaring pengaruh yang tidak sejalan dengan nilai Islam,” tuturnya.

Selain itu, berbagai tantangan dakwah di daerah turut dibahas, seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya media dakwah, serta persoalan sosial yang dihadapi masyarakat setempat.

3. Dewan hisbah hadirkan panduan keumatan yang relevan

Dok IDN Times

Ketua Dewan Hisbah PP Persis, KH Zae Nandang, menjelaskan bahwa sosialisasi hasil sidang Dewan Hisbah merupakan bagian penting dari safari dakwah. Produk hukum Persis perlu dipahami umat agar menjadi pedoman dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

“Sidang Dewan Hisbah tidak hanya membahas ibadah, tapi juga isu sosial, ekonomi, politik, dan kebangsaan yang dihadapi umat,” ujarnya.

Menurutnya, panduan keagamaan yang kontekstual sangat dibutuhkan agar umat mampu menyikapi persoalan publik secara bijak dan sesuai nilai syariat.

Editorial Team