Bandung, IDN Times - Ratusan massa yang mayoritas adalah pelajar, mahasiswa, dan pengemudi ojek online (ojol) mulai melakukan pengrusakan fasilitas di luar Gedung DPRD Jawa Barat. Sejak pukul 14.00 WIB mereka telah berdatangan dari berbagai sudut jalan ke depan gerbang DPRD Jabar.
Tak berselang lama, massa pun mulai melempari gedung dengan botol minum, batu, hingga kayu. Mereka bahkan coba menaiki pagar dan tembok gedung untuk merangsak masuk.
Dari pantauan IDN Times, hujan deras mengguyur Kota Bandung termasuk di sekitar DPRD Jabar. Meski demikian, massa tidak mengurungkan niatnya untuk dapat masuk ke dalam gedung dan menyuarakan kekesalanya pada para wakil rakyat.
Berbagai fasilitas yang ada di halaman Gedung DPRD Jabar pun dirusak mulai dari pendingin ruangan (AC), kamera pengawasa (CCTV), hingga videotron. Massa pun sempat melemparkan bom molotov yang membuat api membakar bagian kendaraan polisi yang diparkirkan di dalam halaman gedung.
Hingga pukul 15.00 WIB, massa masih coba meruntuhkan videotron yang terpasang. Tak mau mengalah, polisi pun langsung menembakkan gas air mata kepada massa yang masih berada di depan gedung DPRD beberapa kali. Massa yang kesakitan kemudian sempat mundur dari depan gerbang.
Meski demikian, mereka langsung merapatkan barisan kembali untuk mencoba masuk ke gedung DPRD. Hingga saat ini, ratusan massa aksi masih berkumpul di sekitar Gedung DPRD Jabar.