Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Marak Siswa SMP di Bandung Direkrut untuk Masuk Geng Motor
Puluhan anak geng motor yang masih di bawah umur di Kota Bandung diamankan aparat kepolisian. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemkot Bandung memperkuat pendidikan karakter bagi siswa SMP setelah data Polrestabes menunjukkan banyak pelajar kelas 9 menjadi target perekrutan geng motor di berbagai wilayah kota.
  • Wali Kota Muhammad Farhan menemukan sejumlah siswa nongkrong sambil mengonsumsi miras dan obat terlarang, bahkan membawa motor serta senjata tajam saat konvoi malam hari.
  • Pemerintah menggandeng TNI dan UPI untuk menjalankan program pembinaan di sekolah setiap Jumat, meliputi latihan baris-berbaris dan wawasan kebangsaan yang terbukti memberi dampak positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung memperkuat pendidikan karakter untuk siswa sekolah menegah pertama (SMP). Program ini digencarkan setelah data dari Polrestabes Bandung menunjukkan bahwa siswa SMP khususnya yang sudah masuk kelas 9 kerap menjadi target perekrutan geng motor.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan jika langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung, fase kelas 9 menjadi titik rawan.

“Datanya tidak bohong. Kelas 9 sering menjadi pintu masuk perekrutan anggota baru geng motor,” ujarnya, Senin (2/3/2025).

1. Mereka sering nongkrong sambil menenggak miras

Puluhan anak geng motor yang masih di bawah umur di Kota Bandung diamankan aparat kepolisian. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ia mengaku pernah turun langsung melakukan patroli bersama Tim Prabu pada malam hari di sejumlah titik sekitar sekolah. Hasilnya cukup memprihatinkan karena di sekitar kompleks beberapa SMP, ditemukan siswa yang nongkrong sambil mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Bahkan, mereka tidak sendiri.

“Ada yang mendampingi. Usianya kelas 1 dan kelas 2 SMP,” katanya.

Menurut Farhan, data tersebut tidak boleh ditutup-tutupi. Justru dibuka sebagai bentuk keseriusan menghadapi tantangan kenakalan remaja di Kota Bandung.

2. Bawa motor konvoi hingga bawa senjata tajam

Ilustrasi penangkapan geng motor (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Temuan lain yang membuat Pemkot waspada adalah kepemilikan kendaraan pribadi di usia sekolah. Banyak siswa sudah membawa motor sendiri dan terlibat konvoi pada malam hari di sejumlah wilayah Kota Bandung. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan membawa senjata tajam.

“Kalau sudah kejadian lalu ditangkap, selesai. Tapi sebelum itu terjadi, kita harus cegah,” ujarnya.

Karena itu, pendekatan yang diambil bukan sekadar penindakan, melainkan pembinaan sejak dini melalui sekolah.

3. Lakukan program TNI masuk ke sekolah

Kevin Silaban saat menjalan tugasnya sebagai Komando Paskibra di Humbang Hasundutan pada momen 17 Agustus (Instagram @salonivany_riaspengantin)

Dia menuturkan, saat ini setiap Jumat di sejumlah sekolah pada siswa kelas 9 belajar baris-berbaris dan wawasan kebangsaan. Program ini merupakan penguatan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang sempat mengirim siswa ke barak untuk pembinaan. Kini, konsepnya dibalik: pembinaan dilakukan di sekolah secara berkelanjutan.

Pemkot Bandung juga menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mengkaji efektivitas program tersebut. “Hasil kajian menunjukkan dampak positif. Maka akan kami perluas, mudah-mudahan nanti bisa masuk ke sekolah swasta juga,” katanya.

Editorial Team