Bandung, IDN Times - Pemerintah Indonesia mencatat sebanyak 379 kasus campak terkonfirmasi dengan 5.329 kasus suspek yang tersebar di seluruh daerah. Kondisi ini telah menjadi perhatian sendiri bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat.
Sebab, campak bisa berakibat fatal hingga membuat penderitanya lumpuh. Dengan begitu, Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi menegaskan, campak bukan sekadar penyakit ringan dengan gejala ruam dan demam, virus ini dapat memicu komplikasi berat hingga kecacatan permanen.
"Jadi masyarakat diharapkan jangan menolak vaksin, supaya campaknya itu tidak terjadi. Campak itu bukan hanya gatal-gatal di seluruh tubuh, panas, batuk, pilek. Itu mah yang ringan. Aslinya itu bisa menyebabkan kelumpuhan, buta, bisa menyebabkan gangguan gigi. Jadi aslinya virus campak itu sangat ganas," ujar Vini, Sabtu (7/3/2026).
