Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260126_132536.jpg
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Basarnas mencari korban hilang di area longsor Cisarua Bandung Barat seluas 26 hektare.

  • Area longsor terdampak perkebunan dan aktivitas warga, serta material tertutup cukup dalam.

  • Ditemukan dua titik mahkota longsor dengan jarak 2009 meter ke area tertimbun, serta lebar area terlebarnya mencapai 140 meter.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan SAR Nasional (Basarnas) masih melakukan pencarian korban hilang dalam peristiwa longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Burangrang.

Dalam pencarian hari ketiga Basarnas pun menemukan beberapa fakta di lapangan yang sebelumnya belum jelas diketahui. Misalnya pusat longsor dan luasan area yang terdampak material longsor.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, untuk area longsor memang berada di area Perhutani, dan di sana terdapat beberapa perkebunan dan terdapat aktivitas warga.

"Informasi bahwa lokasi longsoran ini di situ ada kawasan perhutani, di situ juga ada kawasan katakanlah perkebunan yang sebenarnya di situ ada saung-saung, rumah-rumah kecil yang memungkinkan ada masyarakat yang berkegiatan di situ atau mungkin menginap di situ," ujar Syafii saat ditemui di Posko Basarnas tidak jauh dari lokasi, Senin (26/1/2026).

Selain itu, Syafii mengungkapkan, wilayah yang terdampak longsor cukup luas dan material tertutup longsor cukup dalam.

"Karena kita tahu sendiri bahwa area yang kita laksanakan operasi ini ternyata lebih dari 26 hektare kalau misalkan kita lihat dengan kedalaman yang seperti itu," jelasnya.

Sementara, rumah 34 kepala keluarga yang terdampak longsor ini kondisinya pun di bawah area jalan utama pemukiman. Sehingga, tanah menutupi rumah cukup dalam.

"Yang 34 kepala keluarga ini kalau dari gambar before after-nya itu sebenarnya antara rumah satu dengan rumah yang lain itu, jarak atap-atap rumah ini ada di bawah jalan. Sementara jalan itu pun saat ini juga sudah hampir ketutup," katanya.

Sedangkan, mahkota longsor ada dua titik, Syafii mengatakan, hak itu diketahui saat kondisi cuaca cerah, dan didapatkan dua titik sumber longsor itu.

"Jarak pada saat diukur ternyata diketahui bahwa mahkota longsor awalnya diinformasikan titiknya sudah jelas. Ternyata pada saat cuaca bagus terbuka, ternyata ada dua mahkota. Ada longsoran," ucapnya.

Sementara, mahkota longsor ke area yang saat ini tertimbun berjarak 2009 meter dengan kondisi terdapat sungai di tengah area. Namun, sungai pun tidak bisa membendung material longsor.

"Ternyata dengan sedimentasi longsoran akhirnya memecah aliran longsor itu. Dengan begitu kita hanya bisa menentukan bahwa panjang dari mahkota satu yang sudah di kasih tanda dengan lidah dari longsoran ini mencapai 2009 meter," kata dia.

"Tapi tentunya itu bukan sesuatu yang akurat karena bisa ada yang melebar ke kiri ke kanan. Area terlebarnnya 140 meter," kata Syafii.

Editorial Team