Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Intinya sih...

  • Longsor di Lembang, Bandung Barat merenggut nyawa satu pasutri

  • Hujan deras menyebabkan longsor dan pohon tumbang, memutus akses jalan utama

  • Longsor juga terjadi di Cisarua, 4 orang meninggal dan 89 hilang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Peristiwa longsor di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat merenggut nyawa. Sebanyak satu orang pasangan suami istri meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun longsoran tebing di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Kapolsek Lembang, Dana Suhenda menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, setelah wilayah Sukajaya diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak malam hari. Setelah itu, longsor langsung terjadi.

"Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan tanah menjadi gembur. Tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter dan lebar 12 meter tidak mampu menahan debit air, sehingga terjadi longsor dan menimpa satu unit rumah warga," kata Dana.

1. Suami istri meninggal setelah tertimpa reruntuhan longsor

ilustrasi longsor (commons.wikimedia.org/Daniel Kraft)

Dari peristiwa ini, dua penghuni rumah atas nama Hendra Hermawan (25 tahun) dan Hana Hardianti (20 tahun) meninggal dunia di lokasi setelah tertimbun material longsoran. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri dan bekerja sebagai buruh harian lepas.

"Korban suami istri tertimpa reruntuhan rumah akibat longsor. Keduanya telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan," ujar Dana.

Selain menelan korban jiwa, bencana longsor juga terjadi di akses jalan utama Kolonel Masturi, tepatnya di depan kawasan Rumah Seniman Pohon Bambu. Sebuah pohon roboh menutup badan jalan sehingga sempat memutus jalur penghubung Cisarua–Lembang.

"Untuk akses Jalan Kolonel Masturi sempat tidak bisa dilalui dari dua arah akibat pohon bambu roboh. Namun saat ini jalur tersebut sudah berhasil dibuka dan dapat kembali dilintasi kendaraan," ujarnya.

2. Kejadian longsor lainnya juga terjadi di Kecamatan Cisarua

Ilustrasi longsor (ANTARA/Azmi Samsul Maarif)

Petugas kepolisian bersama aparat desa dan warga setempat langsung melakukan penanganan darurat, evakuasi korban, serta pembersihan material longsor dan pohon tumbang. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk diketahui, peristiwa longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Setidaknya empat orang terkonfirmasi meninggal dunia dan 89 hilang. Peristiwa yang terjadi Sabtu dini hari, (24/1/2026). Lokasi longsor tepatnya di Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT05/RW11, Desa Pasirlangu.

Dari laporan kepolisian, kejadian bermula saat warga mendengar suara gemuruh keras sebelum longsoran besar meluncur dari titik awal di Kampung Pasirkuning hingga ke Kampung Pasir Kuda, dan diketahui peristiwa itu longsor.

"Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda," kata Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, saat dihubungi.

3. BPBD benarkan ada korban meninggal dari peristiwa longsor ini

ilustrasi longsor (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Berdasarkan data sementara, Yogaswara menyampaikan, ada sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun material longsor, 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang berhasil ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan sekitar 89 orang masih dalam pencarian.

"Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang," kata Yogaswara.

Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, korban meninggal dari peristiwa ini benar adanya. Namun dari data yang dimilikinya jumlah korban ada sebanyak tiga orang.

"Yang baru kami terima ada tiga meninggal dunia, masih terus kami update," ucap Hadi.

Editorial Team