Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puncak Darma, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (dok.pribadi/Gusti Nur Iwari)
Puncak Darma, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (dok.pribadi/Gusti Nur Iwari)

Intinya sih...

  • Pemantauan langsung di 26 titik pantai Palabuhanratu dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menunjukkan penurunan kunjungan wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Meski jumlah kunjungan turun, aktivitas wisata tetap berlangsung dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman bagi pengunjung seperti yang dirasakan oleh Rina, seorang wisatawan asal Bandung.

  • Penurunan kunjungan diduga dipengaruhi oleh informasi di media sosial terkait banjir rob yang menimbulkan kekhawatiran bagi calon wisatawan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif untuk menjaga situasi aman dan nyaman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Momentum libur Tahun Baru 2026 belum sepenuhnya membawa lonjakan kunjungan wisata ke kawasan Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan wisata andalan di pesisir selatan Jawa Barat itu tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode libur Tahun Baru tahun sebelumnya.

1. Hasil pantauan di 26 titik pantai di Palabuhanratu

Pantai Palabuhanratu (istimewa/banhub jabar)

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa ia melakukan pemantauan langsung di sepanjang kawasan wisata Pantai Palabuhanratu pada Kamis (1/1/2026). Pemantauan dilakukan untuk melihat pergerakan wisatawan sekaligus memastikan kondisi keamanan dan kenyamanan pengunjung selama libur pergantian tahun.

Menurut Ali, pemantauan mencakup 26 titik objek wisata pantai yang tersebar di kawasan pesisir selatan Palabuhanratu. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Pantai Batu Bintang, Gado Bangkong, Cipatuguran, Palihan Istana Presiden, hingga kawasan Pantai Cikembang.

“Kunjungan wisatawan masih ada, hanya saja jumlahnya memang terbatas. Jika dibandingkan dengan libur Tahun Baru tahun lalu, terjadi penurunan,” kata Ali kepada IDN Times.

2. Meski turun, aktivitas wisatawan tetap berjalan

Bukit Panenjoan, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (dok.pribadi/Gusti Nur Iwari)

Meski secara kuantitas jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan, Ali menegaskan bahwa aktivitas wisata di Palabuhanratu tetap berlangsung. Wisatawan masih terlihat berdatangan dan menikmati suasana pantai, meskipun kepadatan pengunjung tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Rina (35 tahun), wisatawan asal Bandung, merasakan perbedaan atmosfer liburan tahun baru ini. Menurutnya, keramaian di Palabuhanratu saat ini berada di porsi yang pas.

"Sengaja datang dari Bandung cari pantai, ternyata suasananya pas. Nggak sepi banget kayak kuburan, tapi nggak chaos juga. Jadi lebih bisa menikmati liburannya, nggak pusing dengar suara bising di mana-mana," ujar Rina.

3. Faktor kawasan Palabuhanratu kini sepi peminat

ciletuhpalabuhanratugeopark.org

Ali menilai, penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah informasi yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk kabar terkait banjir rob yang menimbulkan kekhawatiran bagi calon wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Pantai Palabuhanratu.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan terus melakukan pemantauan secara intensif di seluruh kawasan wisata. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan yang memilih menghabiskan libur Tahun Baru di Palabuhanratu.

Ali berharap, dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Pantai Palabuhanratu tetap terjaga, sehingga sektor pariwisata daerah dapat kembali bergeliat dalam waktu ke depan.

Editorial Team