Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-13 at 14.16.495.jpeg
Dok IDN Times/Humas Lemhanas

Intinya sih...

  • Ancaman ketahanan nasional meluas ke dimensi ekologis

  • Bencana alam berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi

  • P4N Lemhannas siapkan pemimpin berpikir holistik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN TimesKetahanan nasional Indonesia kini menghadapi tantangan yang kian kompleks. Tak lagi semata soal politik, ekonomi, dan militer, kerusakan lingkungan serta dampak perubahan iklim mulai menjadi ancaman nyata bagi daya tahan bangsa.

Hal itu ditegaskan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat membuka Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

1. Ancaman ketahanan nasional kini meluas ke dimensi ekologis

Dok IDN Times/Humas Lemhanas

Tubagus Ace Hasan Syadzily menilai paradigma ketahanan nasional tidak bisa lagi dipahami secara sempit. Menurutnya, pendekatan konvensional yang hanya menitikberatkan pada kekuatan politik, ekonomi, dan keamanan sudah tidak memadai menghadapi tantangan zaman.

“Ancaman bagi ketahanan nasional tidak hanya bersumber dari politik, ekonomi, dan keamanan, tetapi juga dari degradasi lingkungan dan perubahan iklim,” ujar Ace.

Ia menegaskan, kerusakan lingkungan harus diposisikan sebagai isu strategis nasional karena dampaknya langsung memengaruhi stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan.

2. Bencana alam berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi

Dok IDN Times/Humas Lemhanas

Ace menyoroti bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak sekadar persoalan kebencanaan, tetapi memiliki efek domino terhadap kehidupan masyarakat.

Bencana lingkungan, kata Ace, berpotensi memicu gangguan ekonomi daerah, meningkatnya angka kemiskinan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan hidup harus menjadi bagian penting dalam perhitungan ketahanan bangsa,” katanya.

3. P4N Lemhannas siapkan pemimpin berpikir holistik

Dok IDN Times/Humas Lemhanas

Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 Tahun 2026 digelar selama lima bulan dua minggu, mulai 13 Januari hingga 14 Juli 2026. Program ini diikuti 110 peserta dari berbagai unsur strategis, mulai dari kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri.

Tak hanya dari dalam negeri, Lemhannas RI juga melibatkan peserta dari negara sahabat seperti Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.

Ace menyebut partisipasi internasional tersebut sebagai bukti kepercayaan global terhadap Lemhannas RI sebagai institusi strategis pengembangan kepemimpinan nasional.

“Partisipasi negara sahabat bukan sekadar membangun hubungan baik, tetapi juga memperkaya perspektif strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik global,” ujarnya.

4. Lemhannas siapkan pemimpin masa depan

Dok IDN Times/Humas Lemhanas

Ace menjelaskan, kurikulum pendidikan Lemhannas RI dirancang sejalan dengan Asta Cita, delapan agenda pembangunan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Agenda tersebut menekankan penguatan kedaulatan bangsa, ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas SDM, serta ketahanan nasional yang kokoh.

Di tengah tantangan multidimensi—mulai dari kemiskinan, pengangguran, ketimpangan digital, hingga krisis iklim dan geopolitik Indo-Pasifik—Ace menilai Indonesia membutuhkan pemimpin yang tangguh, adaptif, dan berpikir menyeluruh.

“Pimpinan nasional tidak cukup hanya menguasai satu sektor. Mereka harus mampu melihat persoalan bangsa dari berbagai dimensi secara komprehensif,” tegasnya.

Melalui P4N, Lemhannas berharap dapat melahirkan kader pemimpin nasional yang tidak hanya cakap secara teknokratis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan, sosial, dan kemanusiaan.

Editorial Team