Kuningan, IDN Times - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kondisi jalur lingkar timur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi penghubung utama arus kendaraan dari Cirebon menuju Tasikmalaya itu masih berlubang, retakan aspal, dan minim penerangan. Pada malam hari, sebagian titik bahkan nyaris tanpa lampu jalan.
Pantauan Rabu (4/3/2026) sore hingga malam menunjukkan sejumlah lubang menganga di badan jalan dengan diameter bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter. Kedalamannya mencapai 5 sampai 15 sentimeter.
Lubang-lubang itu tersebar tidak beraturan, terutama di jalur dari arah Cirebon menuju perbatasan wilayah selatan Kuningan. Di beberapa titik, tambalan aspal lama terlihat terkelupas, menyisakan permukaan yang tidak rata.
Arus kendaraan terpantau mulai meningkat pada sore hari. Sepeda motor dan mobil pribadi mendominasi, disusul truk logistik berukuran sedang. Pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan saat memasuki segmen jalan yang rusak. Beberapa sepeda motor tampak oleng menghindari lubang, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan besar dari arah berlawanan.
Jalur ini dikenal sebagai alternatif non-tol bagi pemudik yang melintasi wilayah selatan Jawa Barat. Fungsinya krusial karena menghubungkan jalur pantura di wilayah Cirebon dengan kawasan Priangan Timur, termasuk Tasikmalaya.
