Bandung, IDN Times - Layanan kegawatdaruratan 119 Kota Bandung masih dibayangi tingginya panggilan palsu dari masyarakat. Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat, telepon iseng masih menjadi salah satu gangguan paling serius dalam operasional layanan darurat karena berpotensi menghambat penanganan pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat.
Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung Eka Anugrah mengatakan, panggilan palsu ke layanan 119 masih rutin masuk hampir setiap hari. Meski terlihat sepele, telepon iseng dinilai menjadi gangguan serius karena operator tetap harus memeriksa setiap panggilan yang masuk sebelum memastikan apakah laporan tersebut valid atau tidak.
“Bulan April saya mencatat ada kisaran 200 panggilan iseng,” kata Eka.
Menurut dia, bentuk panggilan palsu yang masuk cukup beragam. Mulai dari telepon tanpa suara, suara cekikikan, percakapan tidak jelas, hingga penelepon yang sengaja diam setelah sambungan diterima operator.
Kondisi itu membuat operator tetap harus melakukan verifikasi manual sebelum panggilan bisa dinyatakan palsu. Akibatnya, waktu respons dan jalur komunikasi untuk warga yang benar-benar membutuhkan bantuan bisa ikut tertahan.
