Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung saat ini mendapat tantangan serius dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menumpuk di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebenarnya sudah memiliki inisiatif untuk mengatasi hal itu bahkan sebelum dia terpilih menjadi wali kota.
Usai dilantik menjadi Wali Kota, dia pun menegaskan salah satu prioritas utama adalah penanganan sampah. Hal ini penting karena Bandung selama ini dikenal sebagai daerah penyumbang sampah tersebar ke TPA Sarimukti.
Farhan pun mulai bergerilya untuk mengajak masyarakat memilih dan mengolah sampah dari rumah. Harapannya sampah yang masuk ke TPS khususnya organik bisa diminimalisir. Terlebih sampah tersebut presentasenya mencapai 60 persen.
Sayangnya, upaya memilah sampah tersebut tidak memberikan dampak signifikan pada penurunan tonase. Sampah di Kota Bandung pada 2025 berada dalam kondisi darurat dengan volume harian mencapai 1.600 hingga 1.800 ton, meningkat dari 1.300 ton pada 2024. Akibat pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti (sekitar 981 ton/hari), terjadi penumpukan sampah hingga 4.000 ton di berbagai titik TPS.
