Aparat ikut menjaga ketertiban di kawasan Bandung Zoo. IDN Times/Debbie Sutrisno
Di sisi lain, Dedi juga memastikan kesejahteraan para satwa di Bandung Zoo. Untuk pakan satwa, kata Dedi, akan ada tambahan nutrisi dari Bank Jabar Peduli, pun demikian dengan dokter hewan.
"Proses dibuka Kebun Binatang Bandung ini harus ada pengelola, kalau bahasa Indonesianya itu kompetisi. Jadi siapa yang berminat, asalkan harus punya sertifikat pengelolaan kebun binatang," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ono Surono menyebutkan, ada memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Kehutanan dengan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang akan berakhir pada 6 Mei mendatang.
Pemkot Bandung bertanggung jawab untuk mengelola kebun binatang Bandung itu setelah dicabutnya Lembaga Konservasi (LK) dari yayasan pengelola sebelumnya.
Pada April lalu, Pemkot Bandung bersama Kemenhut dan DPRD Jabar menentukan di mana penempatan hewan-hewan dari Bandung Zoo. "Hewan-hewan jenis tertentu yang dilindungi dan mendapatkan perhatian khusus, dipindahkan ke lembaga konservasi lainnya," kata Ono, belum lama ini.
IDN Times mencatat, Bandung Zoo merupakan salah satu magnet objek wisata di Kota Bandung. Mayoritas pengunjung yang datang banyak berasal dari wilayah Jawa Barat, dan tidak pernah sepi setiap hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional.
Seperti, pada masa libur panjang Maulid Nabi, Sabtu-Senin (14-16/9/2024) total pengunjung yang datang mencapai sekitar 4.500 wisatawan lebih dari target 6.000 orang. Jika dibandingkan pada hari ketiga setelah libur Lebaran 2023, angkanya cukup stabil di 4.000 orang.
Sementara pada hari lebaran di periode tersebut pengunjung ada sebanyak 1.000 orang, hari kedua lebaran sampai 7.000 orang.