Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DSC07563.JPG
Kegiatan kompetisi sepakbola usia dini di Bandung. IDN Times/Istimewa

Intinya sih...

  • Berikan pengalaman berharga pada atlet cilik

  • Utamakan sportivitas

  • Antusiasme tinggi, diharapkan lahir pemain besar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kegiatan turnamen sepak bola usia dini tak selalu soal mengejar trofi. Bagi para pencari bakat, momen ini justru menjadi ruang pembinaan karakter pemain muda, mulai dari sportivitas hingga tanggung jawab di lapangan.

Hal ini disampaikan salah satu legenda Persib sekaligus pembina E7AM Football Challenge, Yadi Mulyadi. Dia menuturkan, dalam kompetisi anak usia dini bukan sekedar kemenangan yang dicari. Namun, pembinaan yang meningkatkan mental serta kemampuan menjadi hal paling mendasar.

"Jadi kita tidak kita sudah sosialisasi ke pelatih, ke orang tua bahwa di kompetisi seperti E7AM Football Challenge usia 8, 9, 10 itu tidak ada beban, mereka harus bergembira," kata Yadi dalam E7AM Football Challenge Series 1 kelompok umur U-8, U-9, U-10, dan U-11 melalui siaran pers, Senin (9/2/2026).

1. Berikan pengalaman berharga pada atlet cilik

Kegiatan kompetisi sepakbola usia dini di Bandung. IDN Times/Istimewa

Lebih lanjut Yadi Mulyadi mengatakan, pada ajang ini pihaknya tidak mencari juara tapi membina anak-anak supaya mereka bergembira karena fase ini fase kegembiraan. Festival sepak bola usia dini ini diikuti oleh puluhan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari seluruh wilayah Jawa Barat.

"Mungkin itu menjadikan pengalaman buat mereka, pelajaran buat mereka untuk meraih hasil yang nanti cita-cita mereka kita di ketika sudah dewasa," ujarnya.

2. Utamakan sportivitas

Kegiatan kompetisi sepakbola usia dini di Bandung. IDN Times/Istimewa

Sementara itu, salah satu talent scouting, Ramdan, mengatakan bahwa kompetisi sepakbola usia dini menjadi wadah penting bagi pemain muda untuk belajar menikmati permainan, bukan semata-mata menang.

“Bukan mencari siapa juara, tapi membina pemain. Ini fase kegembiraan sepak bola, anak-anak harus

Menurutnya, aspek yang dinilai tidak hanya kemampuan teknik bermain bola, di mana karakter pemain justru menjadi poin utama dalam pembinaan usia dini. Ia melihat bagaimana anak menghargai pelatih, teman setim, hingga lawan tanding.

“Yang kita lihat bukan hanya bagus main bola, tapi sportivitas, tanggung jawab, dan respek terhadap teman maupun lawan,” katanya.

Ia mengaku terkesan dengan performa peserta yang dinilai menunjukkan sikap positif selama pertandingan berlangsung.

3. Antusiasme tinggi, diharapkan lahir pemain besar

Artikel ini sudah tayang di tvonenews.com pada hari Kamis, 5 Februari 2026 - 20:18 WIB Judul Artikel : Beckham Putra Nugraha Gelar Meet N Greet Jelang Kompetisi Usia Dini. IDN Times/Istimewa

Ramdan menilai antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak pemain muda memperlihatkan potensi menjanjikan jika pembinaan terus dilakukan secara konsisten. Ia bahkan berharap suatu saat akan lahir pemain besar dari kegiatan serupa.

“Potensi anak-anak luar biasa. Mudah-mudahan ke depan ada yang jadi Beckham Putra berikutnya,” ungkapnya.

Namun ia mengingatkan, sepak bola usia dini tidak boleh dibebani target juara tim. Fokus utama justru perkembangan individu pemain.

“Bikin pemain yang juara, bukan tim yang juara,” katanya.

Menurut Ramdan, kompetisi usia dini harus digelar berjenjang dan rutin agar anak terbiasa bertanding dengan cara yang benar. Ia berharap kegiatan tidak hanya berlangsung sesekali.

“Harapannya bukan hanya sehari dua hari, tapi ada pertandingan rutin supaya anak belajar bertanding dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menilai penyelenggaraan pertandingan sudah baik, termasuk faktor keamanan lapangan. Orang tua ditempatkan di luar area permainan sehingga anak dapat bermain lebih fokus dan aman.

Editorial Team