Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon masih menetapkan kejadian luar biasa (KLB) campak di empat kecamatan setelah kasus penyakit menular tersebut terus meningkat dan menyebabkan kematian balita. Hingga pekan ke-15 tahun 2026, tercatat tiga balita meninggal dunia dalam rangkaian kasus campak yang terjadi di sejumlah wilayah.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menunjukkan terdapat 119 kasus suspek campak di Kecamatan Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin. Dari jumlah itu, sebanyak 23 kasus telah dinyatakan positif campak.
Rinciannya, Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua kasus positif, Kecamatan Sumber 24 suspek dengan lima positif, Kecamatan Greged 33 suspek dengan tujuh positif, serta Kecamatan Ciwaringin 33 suspek dengan sembilan kasus positif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan kasus campak yang menyerang balita menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena telah menimbulkan korban jiwa.
“Kasus campak di Kabupaten Cirebon telah menyebabkan tiga kematian balita. Dua balita dinyatakan positif campak, sedangkan satu lainnya negatif,” kata Eni, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, penyebaran campak dipengaruhi rendahnya cakupan imunisasi campak-rubella dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, sekitar 40 persen balita di Kabupaten Cirebon disebut belum mendapatkan vaksin campak lengkap.
