Bandung, IDN Times - Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dari komoditas pala. Selama ini, pala menjadi sumber penghidupan masyarakat desa, meski sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang terbatas.
Melihat potensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera. Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Pendekatan klasterisasi dilakukan dengan membangun ekosistem usaha yang lebih menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk pala. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Selain memperkuat ekonomi lokal, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pengembangan usaha dan pasar.
