Bandung, IDN Times - Di balik berbagai program pemberdayaan usaha kecil, ada satu persoalan mendasar yang sering tidak terlihat, yakni soal kepercayaan. Banyak pelaku usaha ultra mikro sebenarnya memiliki semangat dan kemauan kuat untuk berkembang, tetapi sulit mendapatkan akses karena keterbatasan modal dan jaminan.
Kondisi itu banyak dialami perempuan pengusaha ultra mikro yang menjalankan usaha rumahan dengan penghasilan terbatas. Mereka tetap bekerja setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga meski usaha yang dijalankan masih berskala kecil.
Dalam sistem keuangan formal, akses pembiayaan umumnya mensyaratkan aset, agunan, hingga rekam administrasi yang baik. Sementara sebagian pelaku usaha kecil masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga sulit memenuhi syarat tersebut.
Situasi itu membuat banyak pengusaha ultra mikro merasa tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. Padahal, akses pembiayaan tanpa jaminan dinilai bisa menjadi langkah awal untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian memulai usaha.
