Bandung, IDN Times - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Buky Wibawa memberikan beberapa catatan untuk rencana pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Salah satunya soal sopir angkot dan pelaku UMKM yang nantinya turut terdampak.
Diketahui DPO BRT Bandung Raya ini nantinya akan menggunakan Terminal Cicaheum, di mana angkutan umum akan dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Buky Wibawa mengatakan, hal ini nantinya akan berdampak ke beberapa sopir angkot dan UMKM sekitar.
"Tadi juga saya menyampaikan bahwa setiap program itu kan apalagi menyangkut irisannya dengan kebutuhan masyarakat, yang terdampak juga pasti ada seperti PKL, sopir angkot, juru parkir dan sebagainya. Nah ini juga harus betul-betul dihitung," ujar Buky di Terminal Leuwipanjang, Senin (21/10/2024).
