Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250621-WA0011.jpg
(Istimewa/IDN Times)

Intinya sih...

  • Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bandung, Irfan Wibowo dirotasi menjadi Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

  • Rotasi tidak terkait penanganan perkara, melainkan kebutuhan organisasi. Ada 33 pejabat di Indonesia yang dirotasi, termasuk dua Kajari di Jawa Barat.

  • Rotasi juga dilakukan kepada Kajari Sukabumi Jawa Ade Hermawan dan posisi Kajari Kota Bandung akan digantikan oleh Abun Hasbulloh Syambas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bandung, Irfan Wibowo dipastikan dirotasi dari jabatannya. Irfan mendapatkan promosi jabatan menjadi Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara.

Kabar ini dibenarkan oleh Kasipenkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya. Dia mengatakan, Kajari Kota Bandung mendapatkan promosi dan nantinya ditempatkan sebagai Asientel Kejati Sumut.

"Betul. Pak Kajari (Irfan Wibowo) mendapatkan promosi sebagai Asientel Kejati Sumut (Sumatera Utara)," ucap Sricahyawijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).

1. Dirotasi karena kebutuhan instansi

Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi melantik Hendro Dewanto menjadi Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) (Dok. Kejagung)

Sricahyawijaya mengungkapkan, Irfan telah menjabat sebagai Kajari Kota Bandung sejak Juni 2024 lalu. Menurutnya, ia dirotasi bukan karena penanganan perkara yang tengah diusut. Adapun salah kasus yang kini ditangani oleh Irfan dan menyita perhatian publik yaitu dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemkot Bandung yang menyeret nama Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

"(Dirotasinya) Bukan terkait penanganan perkara, jadi itu memang kebutuhan organisasi. Se-Indonesia, ada 33 pejabat yang dirotasi, dan di Jabar itu ada dua Kajari yang dirotasi," ungkapnya.

2. Kajari Sukabumi juga dirotasi

Konferensi pers Kejari Bandung amankan buron korupsi 8 tahun. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain Irfan, rotasi ini juga dilakukan kepada Kajari Sukabumi Jawa Ade Hermawan yang kini dipromosikan sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur. Sebagai gantinya, Kajari Kota Sukabumi akan dijabat Siti Holija Harahap.

Siti Holija Harahap, sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Muda Intelejen Tindak Pidana Khusus dan Pidana Militer pada Inspektorat III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung.

3. Irfan Wibowo banyak tangani kasus korupsi yang menjadi perhatian publik

Ilustrasi borgol, IDN Times/ istimewa

Sementara itu posisi Kajari Kota Bandung akan digantikan Abun Hasbulloh Syambas, yang menggantikan Irfan Wibowo. Abun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Kepabeanan, Cukai, Tindak Pidana Khusus lainnya dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung.

Prestasi Irfan, selain mengusut dugaan korupsi jual beli jabatan yang kini masih dilakukan pendalaman, juga membongkar korupsi BUMD milik Pemprov Jabar, yaitu PT Migas Utama Jabar.

Dari pengungkapan itu empat orang ditetapkan tersangka, Begin Troys, Direktur Utama MUJ periode 2015–2023, Nugroho Widiyantoro, Direktur Utama PT Serba Dinamix Indonesia (SDI), Ruli Adi Prasetia, Direktur Utama PT Energi Negeri Mandiri (ENM) periode 2020–2025.

Kasusnya kini sudah masuk dalam pengadilan. Begin Troys sendiri merupakan orang terdekat dari mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Dia juga menjadi tim sukses menjabat sebagai bendahara saat RK mencalonkan diri Pilgub Jakarta.

Editorial Team