Menikah sering dianggap sebagai pencapaian penting dalam hidup. Di banyak lingkungan, usia dan status pernikahan masih kerap dijadikan tolok ukur kedewasaan dan keberhasilan seseorang.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang—terutama dari kalangan milenial dan gen z—yang memilih untuk menunda menikah. Keputusan ini kerap memunculkan tanda tanya, bahkan tak jarang disertai penilaian negatif.
Padahal, pilihan menunda menikah tidak selalu berkaitan dengan ketidaksiapan berkomitmen. Banyak faktor rasional dan personal yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
Memahami alasan di baliknya penting agar kita tidak terburu-buru menghakimi pilihan hidup orang lain, yang sejatinya sangat kontekstual dan beragam.
