Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250610-WA0053.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 21% menjadi 19% karena upaya keras provinsi, termasuk Jawa Barat.

  • Menteri Kesehatan berharap Jawa Barat menekan angka stunting hingga 10%, dengan penanganan khusus di Kota Bandung.

  • Gubernur Jawa Barat menargetkan angka stunting turun ke 5%, dengan penanganan filosofi masyarakat Sunda dan kerjasama pemerintah pusat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Angka prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 21 persen menjadi 19 persen. Penurunan ini diklaim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebabkan oleh hasil kerja keras masing-masing provinsi, termasuk Jawa Barat.

"Saya bangga karena Jawa Barat ini stunting-nya turun. Indonesia itu turun dari 21 persen ke 19 persen gara-gara Jawa Barat. Jawa Barat itu turun dari 21 persen ke 15,9 persen. Jawa Barat turun, secara nasional semuanya turun," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (10/6/2025).

1. Jabar dinilai paling baik dalam penanganan stunting

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Meski demikian, Budi berharap agar Pemerintah Provinsi Jabar bisa bertambah dalam menurunkan angka stunting ini. Dia mengatakan, angka stunting di Jawa Barat masih bisa ditekan hingga 10 persen.

"Karena kalau Jawa Barat bisa di bawah 10 persen, itu nasional pasti akan turun. Yang ketiga, saya juga bangga karena Jawa Barat kan penduduk paling banyak. Karena penduduk paling banyak, kehamilan paling banyak, kematian ibu anak paling banyak," katanya.

"Nah gak banyak daerah yang kalau misalnya ada masalah, kemudian langsung mengakui dan mengatasi masalah," ucapnya.

2. Angka kematian ibu dan anak di Jabar masih 17 persen

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak di Kota Bandung khususnya angka selamatnya cukup tinggi. Secara nasional kematian ibu 4.700 jiwa di mana Jawa Barat menyumbang 17 persen. Kematian anak 34.000 jiwa, dan Jawa Barat menyumbang 17 persen. Meski demikian, Budi berharap daerah lain di Jawa Barat bisa turut menguatkan angka selamat ibu dan anak.

Oleh karena itu, akan ada pilot project di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut di mana daerah tersebut merupakan daerah tinggi angka kematian ibu dan anaknya.

"Ini kita mau lakukan program bersama untuk menekan. Kombinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian rumah sakit umum daerah, klinik, dan puskesmas. Sampai ke bidang-bidangnya. Nanti jalan dalam tiga bulan," katanya.

"Saya harapkan nanti ketahuan polanya, kita bisa replikasi ke seluruh Indonesia. Jadi tiga hal itu yang saya ucapkan. Dan saya bangga sekali sama Jawa Barat. Dan sebagai, saya juga orang Jawa Barat, bisa melihat ketimpangan seperti itu."

3. Dedi Mulyadi targetkan penurunan stunting di angka 5 persen

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi turut berterima kasih kepada pemerintah pusat karena telah memberikan banyak stimulus terhadap Jabar. Kendati demikian, Dedi menargetkan agar angka stunting bisa lebih ditekan.

"Saya ingin stunting-nya nanti di angka 5 persen. Pak Menteri targetnya di bawah 10 persen, saya pengen 5 persen. Mudah-mudahan bisa 4 persen. Saya ingin nanti seluruh daya upaya akan kami kerahkan," jelasnya.

Dedi menegaskan, Pemprov Jabar melakukan penanganan dengan filosofi masyarakat Sunda yang kemudian nantinya dieksekusi oleh dinas atau OPD terkait di Jawa Barat.

"Bageur (baik), Cageur (sehat), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (kreatif). Jadi tahapan pertama hari ini yang kita garap adalah cageur dulu," kata dia.

Editorial Team