Indramayu, IDN Times- Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu menyebutkan, produktivitas gabah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mencapai 9 ton per hektare.
Namun, di tengah capaian tersebut, kekeringan justru menyebabkan sekitar 10.670 hektare tanaman padi mengalami puso akibat keterbatasan pasokan air.
Ketua KTNA Kabupaten Indramayu Sutatang mengatakan, puso terjadi di lima kecamatan, yakni Kroya, Gabuswetan, Terisi, Patrol, dan Balongan. Sebagian besar tanaman yang gagal panen baru berusia sekitar 30 hari setelah tanam.
"Sebagian petani masih dapat memanen gabah dengan produktivitas tinggi, sedangkan tanaman di wilayah terdampak kekurangan air mati sebelum menghasilkan panen," kata Sutatang, Jumat (16/10/2026).
