Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)
Kapolres Sukabumi AKBP Samian sebelumnya menjelaskan, kepadatan terjadi akibat bottleneck setelah kendaraan keluar dari GT Parungkuda menuju jalan arteri. Penyempitan dari tiga lajur menjadi satu lajur di area jembatan yang masih dalam proses pembangunan menjadi salah satu pemicu utama.
Di sisi lain, pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3-Karangtengah secara fungsional memberikan dampak ganda. Sebagian kendaraan menuju Kota Sukabumi dan Cianjur bisa terurai, namun di sisi lain muncul titik kemacetan baru, terutama di jalur alternatif Nagrak-Karangtengah.
Menurutnya, ketidakseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan membuat rekayasa lalu lintas yang diterapkan saat ini hanya mampu mengurangi, bukan menghilangkan kemacetan.
"Saat ini termonitor beban jumlah kendaraan, kapasitas jalan tidak berbanding, sehingga rekayasa lalin hanya memperingan, mengurangi kepadatan," ujarnya.
Hingga kini, petugas kepolisian masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan. Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan yang lebih parah. Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.