Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi menghitung pengeluaran keuangan (freepik.com/freepik)
Ilustrasi menghitung pengeluaran keuangan (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Literasi keuangan jadi fondasi pengambilan keputusan keluarga

  • Dukungan masyarakat perkuat dampak program edukasi

  • Kinerja pembiayaan dan kontribusi pajak turut diperkuat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Mengelola keuangan keluarga bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menciptakan rasa aman dan tenang di rumah. Semangat itu yang terasa dalam program Kelas Pintar Bersama “Menjadi Ibu Cerdas #TemanAturUang” yang digelar di Balai Warga RW 03 Wantilan Cipendeuy, Subang, Jawa Barat, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini mengajak para ibu memahami pentingnya mengenali jenis pinjaman serta mengelola keuangan secara bijak demi masa depan keluarga yang lebih terencana. Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, literasi dinilai menjadi benteng utama agar rumah tangga tetap berada di jalur finansial yang sehat.

Melalui edukasi yang tepat, para ibu diharapkan mampu menjadi pengambil keputusan yang cermat sekaligus penjaga stabilitas ekonomi keluarga. Pemahaman mengenai risiko pinjaman dan kemampuan membayar menjadi bekal penting agar terhindar dari beban finansial berlebihan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan yang bertanggung jawab. Edukasi yang dilakukan tidak hanya menekankan akses, tetapi juga kesadaran dalam menggunakan layanan keuangan secara bijak.

1. Literasi keuangan jadi fondasi pengambilan keputusan keluarga

Kelas Literasi Keuangan Dorong Ibu Lebih Cermat Kelola Pinjaman (Dok. IDN Times)

Head of Brand and Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan yang aman.

“Kegiatan ini telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan yang aman dan bertanggung jawab. Melalui sesi edukatif dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya membuat perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memilih produk pinjaman sesuai kemampuan finansial,” katanya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Minggu (15/2/2026)

Ia menambahkan, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat terhindar dari praktik yang merugikan serta mampu menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Literasi keuangan disebut menjadi fondasi menuju kemandirian sekaligus ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kampanye #TemanAturUang, perusahaan berupaya menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Peran ibu sebagai pengelola keuangan keluarga pun dinilai semakin penting dalam menentukan arah finansial rumah tangga.

2. Dukungan masyarakat perkuat dampak program edukasi

Kelas Literasi Keuangan Dorong Ibu Lebih Cermat Kelola Pinjaman (Dok. IDN Times)

Ketua RW 03 Wantilan Cipendeuy, Dadang, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut di wilayahnya. “Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Kredit Pintar yang telah memilih lingkungan kami sebagai lokasi pelaksanaan Kelas Pintar Bersama. Edukasi literasi keuangan seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga,” katanya, dalam siaran pers yang sama.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat lebih bijak dalam mengatur keuangan dan mengambil keputusan terkait pinjaman. Program ini sendiri telah menjangkau lebih dari 3.270 anggota masyarakat di 44 kota sejak 2022 hingga Februari 2026.

Perluasan jangkauan edukasi dilakukan secara konsisten agar semakin banyak masyarakat memiliki pemahaman keuangan yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

3. Kinerja pembiayaan dan kontribusi pajak turut diperkuat

Kelas Literasi Keuangan Dorong Ibu Lebih Cermat Kelola Pinjaman (Dok. IDN Times)

Komitmen terhadap tata kelola keuangan yang sehat juga tercermin dari kontribusi perusahaan terhadap negara. Pada Tax Gathering yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II, perusahaan menjadi salah satu penerima penghargaan pembayar pajak terbesar tahun 2025.

Puji menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. “Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Kredit Pintar tidak hanya dalam memperluas inklusi keuangan yang bertanggung jawab, tetapi juga dalam mendukung pembangunan nasional melalui kepatuhan pajak,” ungkapnya.

Sepanjang 2025, penyaluran pinjaman tercatat lebih dari Rp9,5 triliun, dengan total akumulasi sejak berdiri pada 2017 mencapai lebih dari Rp61,4 triliun. Angka ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat sekaligus tanggung jawab dalam menghadirkan akses pembiayaan yang inklusif dan terkelola dengan baik.

Editorial Team