Kota Sukabumi, IDN Times – Kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai polemik di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengaku kebijakan tersebut diterapkan terlalu cepat tanpa konsolidasi menyeluruh, sehingga memicu ketidaknyamanan di lapangan.
Pengelola SPPG Warnasari, Kabupaten Sukabumi, Ricky Julius, menyebut kebijakan pemerataan sejatinya memiliki tujuan baik. Namun, pelaksanaannya dinilai tergesa-gesa dan tidak mempertimbangkan kondisi kemitraan yang sudah berjalan kondusif.
"Ini ada kebijakan pemerataan dari BGN, tapi terlalu cepat sehingga akhirnya tidak kondusif. Padahal kami dengan SMK 1 sudah bermitra lebih dari tujuh bulan dan tidak ada masalah sama sekali," ujar Ricky kepada IDN Times di SMKN 1 Kota Sukabumi, Kamis (15/1/2026) malam.
