Bandung, IDN Times - Tekanan ekonomi yang dirasakan kelas menengah membuat pengelolaan keuangan semakin menjadi perhatian. Di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan, banyak masyarakat mulai menerapkan strategi finansial yang lebih disiplin agar kondisi ekonomi tetap terkendali.
Kelompok kelas menengah sendiri memegang peranan besar dalam perekonomian nasional. Data 2024 menunjukkan kelompok ini menyumbang 81,5 persen total konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Namun di sisi lain, jumlah kelas menengah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 47,2 juta orang pada 2024. Kondisi itu membuat masyarakat tidak hanya berupaya naik kelas, tetapi juga bertahan agar tidak mengalami penurunan ekonomi.
Situasi tersebut mendorong masyarakat mulai lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, termasuk dengan memanfaatkan fitur pengelolaan keuangan digital yang kini semakin banyak digunakan.
