Pemudik melintasi jalur selatan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/5/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menilai penerapan flexible working arrangement (FWA) atau work from anywhere (WFA) selama periode Lebaran 2026 berpotensi mendukung kelancaran angkutan serta bisa memecah kepadatan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi dalam satu waktu saja.
"Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali, sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah sepakat menerapkan WFA untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Melalui kebijakan tersebut, Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan menyatakan, persepsi/preferensi masyarakat menunjukkan penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik seperti H-5 dan H-3. Dengan FWA, pergerakan masyarakat pada arus mudik lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5 (H-6 sampai H-8).
"Pola serupa juga terlihat pada arus balik, di mana preferensi masyarakat menunjukkan penurunan kepadatan pada H+4 hingga H+6 setelah Lebaran. Distribusi perjalanan menjadi lebih merata karena sebagian masyarakat mengubah jadwal perjalanan di luar rentang H-8 hingga H+8," ungkapnya.