Garut, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM melakukan kunjungan ke rumah tiga korban meninggal tragedi pasar rakyat yang digelar di area Pendopo Garut. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara pernikahan anak KDM, Maula Akbar Mulyadi dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Jumat (18/7/2025).
Selain itu, dia juga mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet meninjau sejumlah pasien yang sempat pingsan dan luka-luka akibat terinjak dalam acara tersebut.
KDM memastikan, dia akan ikut bertanggung jawab untuk semua urusan pengobatan para korban karena ini juga merupakan kesalahan anak dan menantunya. Selain itu, KDM siap mengangkat anak dari korban yang meninggal dan membiayainya hingga lulus perguruan tinggi.
"Seluruh anak-anaknya mulai hari ini menjadi anak asuh saya di bawah tanggungan saya biaya hidupnya, termasuk biaya ke depannya. Ada yang bercita-cita jadi aktor, ada yang mau kuliah," ungkap Dedi.
Untuk keluarga yang ditinggalkan, KDM pun telah mempersiapkan uang santunan sebesar Rp150 juta. Ini belum ditambah santunan dari anak dan menantunya mencapai Rp100 juta sehingga total setiap keluarga bisa dapat Rp250 juta.
Sedangkan untuk mereka yang mendapatkan perawatan bakal diberi uang santunan Rp10 juta. Sebab, dengan dirawatanya para korban ini mereka tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya.
"Yang dirawatnya barusan sudah diberikan uang, untuk selama dia dirawat. Karena dia kan dirawat usahanya berhenti. Masih ada sekitar delapan atau sembilan orang yang dirawat," kata dia.
Terkait dengan acara ini, KDM pun memastikan bahwa dia sebenarnya tidak pernah mengizinkan pesta rakyat pada siang hari apalagi ada makan gratis. Informasi mengenai kegiatan ini sempat masuk ke KDM dan dia langsung menolaknya.
Hanya acara pentas seni pada malam hari saja yang dia setujui diselenggarakan bersama masyarakat. Sebab, acara seperti itu sudah biasa dia selenggarakan di beberapa daerah.
"Scara makan bersama warga ini, saya termasuk yang dua kali melarang. Saya bilang tidak boleh ada kegiatan yang melibatkan warga karena nanti tidak bisa diprediksi yang hadir karena satu orang undangan bisa membawa tiga orang," paparnya.
Karena tragedi ini sudah terjadi, dia pun tetap akan ikut bertanggung jawab atas kelakukan anak dan menantunya dalam segala hal.
