Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus COVID-19 Melonjak, Warga Diimbau Segera Vaksinasi Booster
Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto meninjau gebyar vaksinasi di Gedung Harapan Kasih, Mekarwangi, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Gelombang ketiga pandemik COVID-19 mulai menghantui masyarakat Indonesia. Di Kota Bandung, angka kasus baru setiap harinya bertambah lebih banyak.

Pada Selasa (8/2/2022), angka kasus baru mencapai 593. Sementara pada sepekan kemarin penambahan orang terpapar COVID-19 mencapai 1.300. Hingga Rabu (9/2/2022), kasus aktif di Kota Bandung mencapai 2.420 orang.

Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran COVID-19 khususnya varian Omicron, masyarakat diimbau segera melakukan vaksinasi dosis kedua atau vaksin penguat (booster).

"Masyarakat diharap segera mengikuti vaksinasi khususnya booster. Datangi tempat yang memang sudah mempersiapkan vaksin ini," ujar Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto usai melihat gebyar vaksinasi di Gedung Harapan Kasih, Mekarwangi, Kota Bandung pada Rabu (9/2/2022).

1. Masyarakat diharap tidak panik dan taatkan protokol kesehatan

IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menuturkan, dari data yang didapat penyebaran COVID-19 sekarang memang bukan varian Deltan, melainkan Omicron. Varian ini pun disebut lebih cepat menyebar dibandungkan varian sebelumnya.

Meski demikian dampak dari varian ini tidak lebih berbahaya dari Delta. Maka, langkah termudah dengan adanya gelombang ketiga pandemik ini adalah tidak panik dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Apalabila terinfeksi agar tidak terjadi penularan maka lakukan isolasi mandiri atau terpusat. Kalau gejalanya ringan cukup isoman dengan pengawasan tenaga kesehatan," kata Arief.

2. Bodebek jadi penyumbang terbesar COVID-19 di Jawa Barat

ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu berdasarkan data terakhir, total penambahan kasus COVID-19 hari ini sebanyak 9.042 jiwa. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di tahun 2022.

Dikutip dari pikobar.jabarprov.go.id, update data terakhir pada Rabu (9/2/2022) pukul 08.30 penambahannya kasus hariannya mencapai 9.042 jiwa. Sementara itu, pasien COVID-19 yang meninggal tercatat tiga jiwa. Dan, yang sembuh mencapai 1.247.

Sebaran kasus COVID-19 harian tertinggi didominasi dari daerah Bodebek. Lima daerah penyumbang penambahan kasus terbanyak, yakni Kota Depok dengan 1.625 kasus, Kabupaten Bogor sebanyak 1.260 kasus, Kota Bekasi 1.048 kasus, Kabupaten Bekasi 760 kasus, dan Kota Bandung 564 kasus. Kemudian, sebanyak 2.476 kasus yang belum teridentifikasi asal daerahnya.

3. Rem darurat belum ditarik

ilustrasi nakes kelelahan setelah memberikan pelayanan pasien positif COVID-19 (IDN Times/Ervan)

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan pemerintah belum merasa perlu mengaktifkan rem darurat meski kasus baru varian COVID-19 omicron terus meningkat.

"Data mingguan terakhir menunjukan, meski angka kasus meningkat tinggi namun angka keterpakaian rumah sakit masih sangat terkendali. Sehingga rem darurat belum perlu ditarik," kata dia, Selasa (8/2/2022).

Menurutnya, kesiapan pemerintah menghadapi Omicron memang jadi lebih baik karena selalu melibatkan para pakar serta mengandalkan data dan kajian ilmiah. Dia mencontohkan soal derajat keparahan Omicron. 

"Setelah kita kaji karakteristik keparahan Omicron lebih ringan dari Delta, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk prioritas isoman atau isoter bagi yang bergejala ringan atau tanpa gejala, dan memprioritaskan RS bagi lansia atau yang memiliki komorbid," kata Abraham. 

Editorial Team