Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perceraian (freepik.com/freepik)
ilustrasi perceraian (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Farhan menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Bandung

  • Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga keharmonisan rumah tangga

  • Keluarga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun stabilitas sosial di tengah berbagai dinamika kehidupan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyoroti tingginya angka perceraian di Kota Bandung yang masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan sosial masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah kasus perceraian di Kota Bandung sepanjang 2025 tercatat mencapai 7.119 kasus. Meski angka tersebut turun sekitar 100 kasus dibanding tahun sebelumnya, Farhan menilai jumlah tersebut masih tergolong tinggi.

“Saya membaca berbagai macam laporan, di antaranya dari Kementerian Agama, angka 7.119 kasus perceraian di tahun 2025. Walaupun turun sekitar 100 kasus, masih menunjukkan angka yang tinggi,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

1. Hidup berumah tangga penuh lika-liku

ilustrasi perceraian (pexels.com/Karola G)

Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia menyadari bahwa dalam kehidupan berumah tangga selalu ada tantangan yang dihadapi setiap pasangan.

“Saya tidak bisa menyangkal bahwa dalam mengelola rumah tangga kita selalu ada tantangan,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memahami karakteristik masing-masing keluarga dan menyelesaikan persoalan dengan bijak. Menurutnya, setiap masalah memiliki jalan keluar jika disikapi dengan komunikasi dan komitmen yang baik.

“Pelajarilah karakteristik setiap keluarga, jalankan dengan sebaik-baiknya, selesaikan semua masalah. Insya Allah tahun 2026 kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Bandung pun akan menurun,” ucap Farhan.

2. Keluarga jadi fondasi stabilitas sosial

ilustrasi hubungan harmonis (pexels.com/Feyza Yıldırım)

Ia menuturkan, upaya menekan angka perceraian tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari menjaga keharmonisan “keluarga besar” bernama Kota Bandung.

Ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun stabilitas sosial di tengah berbagai dinamika kehidupan. Farhan juga mengingatkan bahwa tantangan dan peluang akan terus silih berganti. Oleh sebab itu, ada dua hal utama yang harus dijaga oleh seluruh aparatur dan masyarakat.

“Satu, integritas. Saya ulang ya, integritas. Sekali lagi, ini integritas. Jaga, karena jabatan adalah amanah,” ujarnya.

3. Optimalkan edukasi pranikah

ilustrasi perjanjian pranikah (Pexels.com/Terence B)

Menurutnya, integritas tidak hanya berlaku dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan pribadi, termasuk dalam membina keluarga. Dengan integritas dan komitmen yang kuat, ia optimistis Kota Bandung dapat menekan angka perceraian sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Pemkot Bandung pun berkomitmen untuk terus mendorong program-program pembinaan keluarga, edukasi pranikah, serta penguatan nilai-nilai kerukunan agar angka perceraian di tahun 2026 dapat ditekan lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Editorial Team