Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kartini Masa Kini, Kisah Perjuangan Driver Ojol Perempuan di Jalanan Bandung
Teh Mira, Kartini bukan hanya sejarah. Ia adalah semangat yang hidup dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam langkah kecil yang terus bergerak maju. (IDN Times/Yogi Pasha)
  • Teh Mira, seorang ibu tiga anak di Bandung, menjadikan profesi driver ojol sebagai jalan untuk memperjuangkan masa depan keluarganya dengan semangat emansipasi ala Kartini.
  • Keputusan bergabung dengan inDrive pada November 2024 menjadi titik balik ekonomi Teh Mira, membuat penghasilannya lebih stabil dan kebutuhan keluarga terpenuhi.
  • Fleksibilitas kerja serta sistem komisi ringan membuat Teh Mira mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pekerja, sekaligus merencanakan kehidupan yang lebih layak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Pagi itu, jalanan Kota Bandung belum sepenuhnya padat. Di antara deru kendaraan yang mulai ramai, Teh Mira sudah bersiap di atas motornya. Ia bukan sekadar pengemudi, tapi juga seorang ibu yang sedang memperjuangkan masa depan tiga anaknya.

Di momen Hari Kartini, kisah Teh Mira terasa begitu dekat. Semangat emansipasi yang dulu diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini hadir dalam wujud berbeda di jalanan, di balik helm, dan dalam keberanian seorang perempuan mengambil kendali hidupnya sendiri.

Bagi Teh Mira, Kartini bukan hanya sejarah. Ia adalah semangat yang hidup dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam langkah kecil yang terus bergerak maju.

“Untuk perempuan di luar sana, jangan menyerah. Berani mencoba, demi keluarga,” pesannya.

Di jalanan Bandung, semangat itu terus melaju satu perjalanan, satu harapan, setiap harinya.

1. Dari penghasilan pas-pasan, kini lebih stabil

Teh Mira, Kartini bukan hanya sejarah. Ia adalah semangat yang hidup dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam langkah kecil yang terus bergerak maju. (IDN Times/Yogi Pasha)

Sebelum bergabung dengan inDrive, hidup Teh Mira jauh dari kata tenang. Ia hanya mengandalkan pekerjaan antar-jemput anak sekolah di sekitar rumah.

Penghasilannya tak menentu. Biaya sekolah anak sempat tertunda, cicilan motor pun menumpuk.

“Dulu itu serba kurang. Kadang bingung harus nutup yang mana dulu,” kenangnya.

Keputusan bergabung sebagai driver pada November 2024 menjadi titik balik. Perlahan, kondisi ekonominya membaik. Kini, kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, dan beban finansial yang dulu menghimpit mulai terangkat.

2. Perempuan di jalanan, berani lawan stigma

Teh Mira, Kartini bukan hanya sejarah. Ia adalah semangat yang hidup dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam langkah kecil yang terus bergerak maju. (IDN Times/Yogi Pasha)

Menjadi driver perempuan bukan tanpa tantangan. Rasa khawatir soal keamanan hingga pandangan miring dari lingkungan sempat ia rasakan di awal.

Namun, bagi Teh Mira, pilihan ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah bentuk keberanian.

“Perempuan itu harus kuat. Kita juga bisa mandiri, apalagi untuk keluarga,” ujarnya.

Ia menjalani hari dengan ritme yang disiplin mengantar anak sekolah di pagi hari, bekerja di sela waktu, lalu kembali menjemput mereka. Peran sebagai ibu tetap jadi prioritas, tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

3. Fleksibilitas jadi kunci bertahan

Teh Mira, Kartini bukan hanya sejarah. Ia adalah semangat yang hidup dalam keberanian mengambil keputusan, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam langkah kecil yang terus bergerak maju. (IDN Times/Yogi Pasha)

Salah satu alasan Teh Mira bertahan adalah fleksibilitas kerja yang ia dapatkan. Ia bisa mengatur waktu sendiri, memilih order, dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, sistem komisi yang relatif ringan membuat penghasilannya terasa lebih maksimal.

“Potongannya kecil, jadi yang saya bawa pulang lebih besar. Sangat membantu,” katanya.

Kini, ia bahkan mulai merencanakan pindah ke tempat tinggal yang lebih layak sesuatu yang dulu terasa sulit dibayangkan.

Editorial Team