Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah Bandung Diimbau Fokus Ibadah Jelang Puncak Haji, City Tour Dibatasi
Ribuan jemaah haji dari berbagai negara melaksanakan ibadah di Masjid Haram. (IDN Times/Yogi Pasha)
  • Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung mengimbau jemaah fokus pada ibadah inti dan menjaga kebugaran fisik menjelang puncak haji di Tanah Suci.
  • Pemerintah melarang pelaksanaan city tour sebelum puncak haji bagi seluruh jemaah Indonesia, termasuk asal Bandung, demi mencegah kelelahan dan menjaga kesiapan fisik.
  • Keberangkatan dua kloter awal jemaah haji asal Bandung berjalan lancar tanpa kendala berarti, dengan kondisi kesehatan dan dokumen para jemaah terpantau baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung mengingatkan jemaah haji asal Kota Bandung untuk fokus menjalankan ibadah inti selama berada di Tanah Suci. Imbauan itu disampaikan menyusul larangan pelaksanaan city tour bagi jemaah sebelum puncak ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung, Andi M Arief, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari edaran resmi pemerintah yang berlaku nasional. Larangan itu ditujukan agar jemaah tetap aman, tidak kelelahan, dan bisa memprioritaskan kondisi fisik menjelang puncak haji.

1. Jemaah diminta fokus ibadah dan jaga kebugaran

Ribuan jemaah haji berjalan menelusuri Terowongan Mina untuk melaksanakan lempar jumrah. (IDN Times/Yogi Pasha)

Andi menegaskan, kondisi fisik menjadi faktor penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, seluruh jemaah diminta menjaga stamina sejak awal keberangkatan hingga tiba di Arab Saudi.

Menurut dia, jemaah sebaiknya menghemat tenaga dan hanya menjalankan aktivitas yang berkaitan langsung dengan ibadah. Hal ini penting agar kondisi tubuh tetap prima, terutama saat memasuki fase puncak haji yang membutuhkan kesiapan fisik lebih besar.

“Yang paling utama menjaga kesehatan dan kebugaran. Karena haji ini ibadah fisik. Jadi ketika sudah sampai di Madinah ataupun Makkah, jemaah harus menghemat energi dan fokus pada kegiatan ibadah,” kata Andi.

2. City tour sebelum puncak haji resmi dilarang

Salah satu sudut Kakiyah Market, pusat grosir terbesar di Makkah, Arab Saud. Kakiyah Market merupakan pusat oleh-oleh yang banyak dikunjungi jemaah haji Indonesia. (IDN Times/Yogi Pasha)

Andi menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah RI telah mengeluarkan edaran resmi yang melarang jemaah melakukan city tour sebelum puncak haji. Aturan itu berlaku bagi seluruh jemaah Indonesia, termasuk asal Kota Bandung.

Larangan tersebut, kata dia, sudah disosialisasikan kepada seluruh petugas dan kelompok terbang (kloter) dari Kota Bandung. Kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi agar jemaah tidak mengalami kelelahan atau kendala di lapangan sebelum rangkaian ibadah utama dimulai.

“Sudah ada edaran yang berlaku untuk seluruh Indonesia, melarang city tour sebelum puncak haji. Itu sudah kami sampaikan dan sosialisasikan kepada seluruh jemaah dan petugas,” ujarnya.

Andi menambahkan, city tour tetap dimungkinkan setelah puncak haji, tetapi pelaksanaannya harus menyesuaikan izin petugas di Arab Saudi. Terutama jika kegiatan tersebut bukan bagian dari program resmi pemerintah.

3. Keberangkatan dan kondisi jemaah Bandung lancar

Kepala Kantor Urusan Haji dan Umroh Kota Bandung, Andi M Arief. (IDN Times/Yogi Pasha)

Andi memastikan pelaksanaan keberangkatan jemaah haji asal Kota Bandung hingga kini berjalan lancar. Dari dua kloter awal yang telah diberangkatkan, seluruh proses disebut berlangsung tanpa kendala berarti.

Ia menyebut, satu kloter sudah berada di Makkah dan satu lainnya baru tiba di Madinah. Berdasarkan pemantauan sementara, seluruh jemaah dalam kondisi baik, baik dari sisi dokumen maupun kesehatan.

Alhamdulillah sampai sejauh ini dua kloter keberangkatan dari Kota Bandung berjalan lancar. Semua aman, baik dokumen maupun kesehatan jemaah,” katanya.

Untuk keberangkatan berikutnya merupakan jemaah gabungan asal Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Garut yang tergabung dalam Kloter 22 KJT sebanyak 151 orang. Jemaah ini akan mulai masuk Asrama Haji Indramayu pada Kamis 7 Mei dan terbang pada Jumat(8/5), pukul 17.10WIB.

Editorial Team