Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260215-WA0025.jpg
Dok IDN Times

Intinya sih...

  • Pasar Cijerah Cerah kini memiliki dua lantai, 350 kios, dan fasilitas lengkap untuk pengalaman belanja yang lebih nyaman.

  • Sistem pengelolaan sampah mandiri di Pasar Cijerah Cerah memisahkan sampah pasar dan warga sekitar, menciptakan pasar yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

  • Revitalisasi Pasar Cijerah melibatkan investasi Rp20 miliar dan diharapkan menjadi percontohan bagi 37 pasar lainnya di Kota Bandung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Menjelang Ramadan, wajah baru Pasar Cijerah kini resmi hadir dengan konsep lebih fresh dan semi modern. Pasar yang kini diberi nama Pasar Cijerah Cerah itu diresmikan pada Minggu (15/2/2026) dan digadang-gadang menjadi prototipe revitalisasi pasar tradisional di Kota Bandung.

Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana, menyebut revitalisasi pasar yang awalnya ditargetkan satu tahun rampung lebih cepat, yakni dalam delapan bulan.

“Alhamdulillah lebih cepat. Jadi pedagang sekarang sudah bisa berdagang dengan nyaman,” ujarnya.

1. Dua lantai, 350 kios, fasilitas lebih lengkap

Dok IDN Times

Pasar Cijerah kini memiliki dua lantai dengan kapasitas sekitar 350 kios berukuran variatif. Komoditas yang dijual didominasi kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, dan bahan pangan segar lainnya.

Fasilitasnya pun ditingkatkan, mulai dari MCK bersih, area parkir di lantai 1 dan 2, hingga tata lorong yang disesuaikan standar nasional (SNI). Konsep ini diharapkan memberi pengalaman belanja lebih nyaman bagi masyarakat.

Linda, warga Margaasih, mengaku merasakan perubahan signifikan. “Sekarang resik dan tempatnya bagus. Barangnya juga segar-segar,” katanya.

2. Kelola sampah mandiri, tak lagi bercampur warga

IDN Times/Humas Bandung

Salah satu pembeda Pasar Cijerah Cerah adalah sistem pengelolaan sampah mandiri. Sampah pasar tidak lagi bercampur dengan sampah warga sekitar.

Menurut Aditya, hanya dua RW yang sebelumnya menitipkan sampah ke area pasar dan kini sudah memiliki sistem pengolahan masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pasar yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

Standarisasi ini juga ditegaskan Kabag Perekonomian Setda Kota Bandung, TB Agus Mulyadi, yang menyebut seluruh pasar ke depan harus memenuhi standar nasional, termasuk fasilitas laktasi, toilet bersih, hingga pengelolaan sampah layak.

3. Investasi Rp20 miliar, jadi percontohan 37 pasar

Dok IDN Times

Revitalisasi Pasar Cijerah melibatkan pihak ketiga dengan skema BOT/KSO senilai sekitar Rp20 miliar, dengan masa pengelolaan 20 tahun.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, berharap kerja sama tersebut berjalan transparan dan tak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia ingin Pasar Cijerah menjadi percontohan revitalisasi pasar lainnya.

Perumda Pasar Juara juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk merevitalisasi Pasar Ciroyom dan Pasar Cihaurgeulis. Targetnya, 37 pasar di Kota Bandung bisa memiliki standar serupa.

Dengan konsep semi modern, pengelolaan lebih tertib, dan fasilitas memadai, Pasar Cijerah Cerah diharapkan tak hanya meningkatkan kenyamanan belanja, tetapi juga mendorong daya beli masyarakat serta berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.

Editorial Team