Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Idul Adha, Pemkab Majalengka Waspadai Penyakit Hewan Kurban
Inin Nastain IDN Times/ Pemeriksaan hewan qurban

Majalengka, IDN Times- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menghantui ternak, jelang Idul Adha, 17 Juni mendatang. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada lagi saat akan membeli ternak untuk qurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka drh Siti Norini Patimah mengatakan, penyakit tersebut masih tetap menjadi ancaman ternak. Kewaspadaan pedagang, mutlak dibutuhkan, guna menghindari adanya hewan qurban yang menderita penyakit tersebut.

"Untuk tahun ini, penyakit mulut dan kuku itu masih ada. Maka kami harapkan untuk para penyedia yang yang mendatangkan ternak, untuk waspada penyakit PMK," kata Siti, Rabu (29/5/2024).

1. PMK bisa diketahui dari fisik hewan ternak

Inin Nastain IDN Times/ menggunting kuku domba

Untuk memastikan apakah hewan qurban menderita PMK atau tidak, Siti menjelaskan, sejatinya bisa dilihat dari fisiknya. Dijelaskannya, hewan yang mengalami PMK, akan sangat bisa dibedakan dari hewan yang sehat.

"Penyakit mulut dan kuku itu, kita bisa lihat mulutnya banyak busanya. Itu salah satu ciri-ciri terkena PMK," kata dia.

Selain berbusa, hewan yang terserang PMK juga akan terlihat lebih lemah. Alih-alih mondar-mandir, hewan yang terkena PMK akan lebih senang berbaring.

"Kemudian karena kakinya sakit, yang terkena PMK ini akan sering berbaring. Selain itu, karena mulutnya ada luka maka tidak mau makan," kata Kabid 

2. Pemerintah mulai lakukan pemeriksaan

Inin Nastain IDN Times/ pemeriksaan hewan qurban d Majalengka

Sementara itu, untuk memastikan kondisi hewan aman untuk qurban, pemerintah mulai melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang dijual masyarakat. Pemeriksaan pertama dilakukan di Pasar Hewan Tradisional Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan.

"Hari ini kami dari Dinas DKP3 Majalengka melaksanakan pemeriksaan hewan qurban di Pasar Ternak Regional Bojong Cideres . Dari sekitar 300 ekor domba, ada sekitar 10 ekor yang belum layak qurban. Karena belum cukup umur," kata dia.

Siti menjelaskan, selain kesehatan, masyarakat yang akan membeli hewan qurban juga perlu memperhatikan usia. Di lapangan, tidak sedikit ternak yang belum cukup umur mulai dijual pedagang. 

"Pemilihan hewan qurban harus diperhatikan. Pertama adalah hewan itu sehat dan yang kedua hewan itu sudah cukup umur, dilihat dari gigi yang sudah berubah atau berganti," jelas dia

3. Pemeriksaan kesehatan fokus beberapa hal

Inin Nastain IDN Times/ Domba dinyatakan sehat dan aman untuk qurban

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pemerintah, meliputi beberapa hal. Salah satunya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap bagian mata dari hewan yang dijual itu. 

"Kemudian dari hidungnya. Dari giginya, untuk melihat umur. Kemudian melihat kulitnya, dan kami lihat juga dari anusnya," kata Siti.

Ketika bagian anus ternak itu dalam keadaan kotor, bisa dipastikan dalam keadaan sakit. "Kalau misalnya anusnya kotor segala macam, kemungkinan itu bisa disebabkan oleh diare," jelas dia.

"Misal dari mata. Kalau sehat, akan bersih, bening. Kalau sakit, akan ada kotoran. Dari fisik, kita bisa lihat hewan itu sehat atau sakit," lanjut Siti.

Dijelaskannya, pemeriksaan kesehatan hewan qurban akan terus dilakukan. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan di pasar-pasar, tetapi juga di titik-titik yang biasa jadi pasar ternak 'dadakan.'

"Beberapa minggu sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, kami melaksanakan pemeriksaan di pasar-pasar kota, di penyedia. Nanti kalau sudah dekat-dekat, ada pemeriksaan juga di pinggir-pinggir jalan," kata dia.

Editorial Team