Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tol Japek II Selatan dan Bocimi 3 Siap Dibuka Fungsional Saat Arus Balik
ilustrasi jalan tol (unsplash.com/novita ramadhani)
  • Polda Jawa Barat menyiapkan pembukaan fungsional Tol Japek II Selatan dan Bocimi 3 saat arus balik Lebaran 2026 untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Jakarta.
  • Kementerian PUPR menjelaskan estimasi waktu tempuh 45-50 menit hanya berlaku untuk ruas Jatiasih–Sadang, sementara perjalanan penuh Jakarta–Bandung diperkirakan lebih dari satu jam.
  • Kemenhub memproyeksikan Jawa Barat menjadi penyumbang pemudik terbesar Lebaran 2026 dengan sekitar 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jumlah pemudik tahun ini yang berangkat secara mandiri diprediksi meningkat, khususnya dari wilayah Jakarta ke Jawa Barat hingga Jawa Timur. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah menyiapkan berbagai skema baik untuk arus mudik maupun arus balik khususnya yang bepergian menggunakan akses jalan tol.

Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat memastikan sejumlah ruas tol akan dibuka secara fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono menyebut Tol Japek II Selatan menjadi salah satu jalur yang dipersiapkan untuk dibuka.

“Japek II Selatan dari hasil pengecekan terakhir Pak Kakorlantas dan Pak Kapolda akan dibuka fungsional, terutama saat arus balik,” ujarnya di Mapolda Jabar, Jumat (27/2/2026).

1. Pembukaan dilakukan secara fungsional

Penampakan jalan tol ruas Bakter, Lampung. (Dok. PT Hakaaston)

Pembukaan jalur tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta. Arus lalu lintas nantinya bisa dipecah melalui jalur tersebut sehingga tidak ada penumpukan berlebihan.

Selain Japek II Selatan, ruas Tol Bocimi 3 juga berpotensi dibuka kembali secara fungsional. Ruas sepanjang kurang lebih 6 kilometer itu menghubungkan Parungkuda hingga Karangtengah.

“Ini untuk menghindari kepadatan di Pasar Cibadak,” jelasnya.

Namun Raydian menegaskan pembukaan fungsional bersifat situasional. Keputusan akan diambil berdasarkan traffic counting baik saat arus mudik maupun arus balik.

“Kalau memang diperlukan, nanti akan kita sesuaikan,” katanya.

2. Estimasi perjalanan lebih dari 1 jam

ilustrasi jalan tol (unsplash.com/Fiqih Alfarish)

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) buka suara mengenai informasi perjalanan Jakarta menuju Bandung yang diklaim hanya memakan waktu 45 menit melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

BPJT menegaskan, angka tersebut tidak merujuk pada waktu tempuh keseluruhan rute Jakarta-Bandung. Berikut penjelasannya dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU)!

Kementerian PU menjelaskan waktu tempuh sekitar 45-50 menit merupakan estimasi perjalanan dari Gerbang Tol Jatiasih hingga Gerbang Tol Sadang dengan jarak sekitar 62 kilometer (km). Sementara itu, jarak total perjalanan Jakarta-Bandung mencapai sekitar 131-132 kilometer.

Pihaknya juga menjelaskan, perjalanan dari Sadang menuju Bandung diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 80 menit dengan jarak sekitar 69 km.

Perhitungan waktu tempuh 45-50 menit didasarkan pada asumsi kecepatan rata-rata sekitar 80 kilometer per jam, kondisi lalu lintas normal, dan perjalanan yang hanya dilakukan pada ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

3. Jabar jadi penyumbang mudik terbesar

ilustrasi jalan tol (pexels.com/setengah lima sore)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan kawasan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi penyumbang jumlah pemudik terbesar pada angkutan Lebaran 2026, seiring tingginya mobilitas masyarakat dan dominasi pergerakan dari wilayah tersebut.

"Kementerian Perhubungan memprediksi pada penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta)," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).

"Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub," ujarnya.

Dudy menyampaikan pihaknya telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menghadapi momentum tersebut.

Adapun menurut survei yang sama, lanjut Menhub, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60 persen penduduk Indonesia atau 143,91 juta orang.

Editorial Team