Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalan Siliwangi Kota Cirebon Jadi Mesin Uang Selama Ramadan 2026
Pasar Ramadan di Banjarmasin yang dibanjiri pengunjung.
  • Pemkot Cirebon menggelar Festival Ramadan 2026 di Jalan Siliwangi dengan melibatkan 498 UMKM, sebagai langkah menjaga perputaran ekonomi lokal selama bulan puasa.
  • Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 15.00–04.00 WIB, menampilkan beragam produk kuliner dan busana muslim, dengan pengaturan lalu lintas serta area parkir yang tertata rapi.
  • Festival ini diharapkan menjadi pengungkit pendapatan UMKM lokal, menciptakan efek ekonomi berganda, dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penataan usaha yang lebih terpusat dan tertib.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Cirebon menggelar Festival Ramadan 2026 di Jalan Siliwangi dengan memfasilitasi 498 pelaku UMKM untuk berjualan selama bulan puasa guna mendorong perputaran ekonomi lokal.
  • Who?
    Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama perangkat daerah, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP terlibat dalam penyelenggaraan serta pengawasan kegiatan yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di sepanjang koridor utama Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, dengan area parkir tersebar di sekitar Balai Kota, Gedung DPRD, Bank BJB, dan Gedung Setda.
  • When?
    Festival dimulai sejak hari pertama Ramadan 1447 Hijriah atau sekitar 21 Februari 2026 dan berlangsung setiap hari pukul 15.00 hingga 04.00 WIB selama bulan puasa.
  • Why?
    Pemerintah kota ingin menjaga stabilitas ekonomi lokal pada masa meningkatnya konsumsi masyarakat serta memberikan ruang usaha tertata bagi pelaku UMKM agar pendapatan mereka meningkat.
  • How?
    Pemerintah menata lapak secara terpusat di sisi jalan, melarang sistem drive-thru, menyediakan kantong parkir khusus, serta menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas dan ketertiban pedagang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kota Cirebon memfasilitasi 498 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di sepanjang Jalan Siliwangi selama Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut dikemas dalam Festival Ramadan yang dipusatkan di kawasan inti kota dan mulai berjalan sejak hari pertama puasa.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga perputaran ekonomi lokal pada momentum meningkatnya konsumsi masyarakat. Seluruh perangkat daerah, kata dia, telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan teknis, mulai dari penataan lapak hingga pengaturan arus lalu lintas.

"Sebanyak 498 lapak yang terdata menjajakan beragam produk, seperti makanan berbuka puasa, minuman, jajanan tradisional, hingga busana muslim. Aktivitas perdagangan berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 04.00 WIB," ujar Edo, Sabtu (21/2/2026).

Pemerintah menilai rentang waktu tersebut sebagai periode dengan potensi transaksi tertinggi, terutama menjelang berbuka dan setelah salat tarawih.

1. Penataan terpusat di koridor kota

ilustrasi pasar Ramadan (pexels.com/NIC LAW)

Edo mengatakan, Festival Ramadan dipusatkan di satu koridor utama agar aktivitas ekonomi terkonsolidasi dan mudah diakses masyarakat. Ratusan tenda disusun secara teratur di sisi jalan untuk memastikan pedagang memiliki ruang usaha yang aman dan tertib.

Pemerintah tidak menutup total akses jalan, namun menegaskan tidak ada transaksi dari atas kendaraan. Sistem drive-thru dilarang untuk menghindari perlambatan arus lalu lintas. Pembeli diwajibkan memarkir kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan.

"Lokasi parkir tersebar di sejumlah titik strategis, di antaranya area Balai Kota Cirebon, Gedung DPRD Kota Cirebon, kantor cabang Bank BJB, serta Gedung Setda. Penempatan tersebut diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan kendaraan di sekitar pusat festival," kata Edo.

Selain itu, Dinas Perhubungan bersama Satuan Polisi Pamong Praja disiagakan selama kegiatan berlangsung. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila terjadi lonjakan pengunjung.

Pemerintah menargetkan kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan utama sebagai jalur mobilitas warga. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pedagang menempati area yang telah ditentukan serta tidak meluas ke badan jalan.

Menurut pemerintah kota, pola pengaturan ini disusun berdasarkan evaluasi kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Penataan yang lebih terpusat diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pembeli sekaligus menjaga ketertiban umum.

2. Momentum kenaikan konsumsi

Pedagang bakso bakar di Pasar Ramadan Mal Panakkukang Square sibuk menyiapkan dagangannya, Minggu (16/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Edo menambahkan, Ramadan dinilai sebagai periode dengan intensitas transaksi yang meningkat signifikan, terutama pada sektor kuliner dan kebutuhan harian. Pemerintah kota melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk mendorong daya beli sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

Dengan jumlah hampir 500 pelaku usaha yang terlibat, festival ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat perputaran uang terbesar selama bulan puasa di Kota Cirebon. Konsentrasi pedagang dalam satu kawasan dinilai mampu menciptakan efek pengganda ekonomi, baik bagi pelaku usaha maupun sektor pendukung seperti parkir dan jasa kebersihan.

"Pemerintah berharap fasilitasi ini tidak sekadar menghadirkan keramaian musiman, melainkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil," katanya.

3. Pengungkit pendapatan UMKM lokal

Pedagang kebab di Pasar Ramadan Mal Panakkukang Square melayani pembeli, Minggu (16/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Tidak hanya itu, lanjut Edo, kebijakan ini dirancang sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan menyediakan ruang usaha yang tertata dan terpusat, pemerintah berupaya mengurangi praktik lapak liar serta menciptakan persaingan yang lebih sehat.

Jumlah 498 UMKM disebut telah melalui proses pendataan. Pemerintah menilai angka tersebut cukup untuk mengakomodasi antusiasme pedagang tanpa menciptakan konsentrasi pembeli di satu titik tertentu.

"Festival Ramadan di Jalan Siliwangi diharapkan menjadi simpul aktivitas ekonomi selama satu bulan penuh. Pemerintah Kota Cirebon memastikan evaluasi berkala akan dilakukan guna menjaga kelancaran kegiatan serta memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat," tuturnya.

Editorial Team