Bandung, IDN Times - Hari kasih sayang atau kerap disebut juga hari Valentine memang identik dengan pemberian bunga kepada orang tercinta. Bunga mawar atau melati menjadi paling dominan untuk diberikan saat hari kasih sayang tiba. Namun, kisah dari warna-warni bunga krisan atau seruni tak luput dari setiap buket bunga tersebut.
Di Kabupaten Bandung Barat, khususnya daerah Cihideung, menjadi salah satu pusat budidaya bunga krisan. Tersebar di sejumlah desa, pekan lalu para petani bunga sibuk mempersiapkan untuk menyambut hari kesayangan tersebut dengan memanen bunga.
"Sedang kami panen sekarang karena memang sudah waktunya juga panen. Tapi kalau memang ada hari khusus seperti nanti itu (valentine) bisanya pesanan naik," ujar Enok Kartini, salah satu petani bunga di Desa Karyawangi saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (22/1/2026).
Di lahan yang mencapai 500 tumbak ini dia menanam berbagai jenis bunga berwarna-warni; ada putih, kuning, oranye, merah muda, hingga ungu. Bunga-bunga tersebut ditanam dalam satu hamparan agar lebih mudah ketika dipanen.
Enok yang sudah berusia 60 tahun menceritakan bahwa berkebun bunga seperti ini sudah dilakukannya sejak kecil. Bahkan sang ayah pun dulunya memiliki perkebunan bunga yang cukup luas. Bisnis ini juga yang sekarang coba dia ajarkan kepada anak laki-lakinya yang sering turun langsung untuk melihat kondisi perkembangan perkebunan bunga.
Menurutnya, menjalani usaha bunga gampang-gampang susah. Dari mulai menanamkan bibit hingga memanen sebenarnya tidak ada kesulitan berat. Yang jadi soal adalah cuaca yang kerap berdampak pada hama di bunga. Hama yang seperti kutu kecil membuat bunga lebih cepat layu atau warnanya tidak begitu cerah.
"Apalagi musim hujan begini ada saja hama yang muncul mau ke daun atau ke bunganya. Ini yang masih sulit dihilangkan," ungkap Enok.
Selain untuk perayaan hari kasih sayang, lanjut Enok, bunga krisan banyak dipakai untuk kegiatan pernikahan atau pemberian karangan bunga berbagai acara. Sayangnya, bunga krisan seperti ini sekarang sudah banyak saingan, bukan dari petani bunga juga melainkan dari bunga plastik (artificial) yang sering dipakai.
