Bandung, IDN Times - Kementerian Kesehatan mencatat ada 8.224 kasus suspect campak di seluruh Indonesia per 23 Februari 2026. Dari data tersebut ada empat kasus kematian dan di periode yang sama, terdapat 21 KLB suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota di sebelas provinsi.
Kemudian, dari 13 KLB di enam provinsi telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, dan lima provinsi dengan jumlah KLB campak terbanyak yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menilai masih adanya kelompok masyarakat yang menolak vaksinasi atau imunisasi campak menjadi salah satu pemicu munculnya kembali kasus penyakit menular tersebut.
"Kasus campak terjadi karena masih ada masyarakat yang menolak imunisasi. Sehingga yang penting harus imunisasi, karena campak adalah virus yang mudah menular," kata Vini, Rabu (11/3/2026).
