Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ITB Luncurkan Beasiswa untuk Wartawan, Perkuat Kolaborasi dengan Media
ilustrasi beasiswa LPDP (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Bandung, IDN Times - Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menghadirkan Program Beasiswa Media ITB 2026 yang ditujukan bagi insan media. Program ini diumumkan dalam acara “Dialog, Apresiasi, serta Penguatan Kemitraan ITB dan Media” yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama, Selasa (3/3/2026), di Lounge 84 Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung.

Dalam forum tersebut, pimpinan kampus menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat reputasi dan visibilitas ITB, baik di tingkat nasional maupun internasional.

1. ITB perkuat reputasi global

Sumber Gambar: himatek.itb.ac.id

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara mengatakan kampus perlu memperkuat reputasi global melalui kehadiran yang lebih konsisten di media digital.

“ITB perlu memperkuat reputasi global melalui kehadiran di media digital dalam konteks nasional dan internasional,” ujarnya.

Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah peluncuran ITB TV. Kanal ini dirancang menjadi suara resmi pakar ITB dengan menyajikan pandangan ilmiah, analisis saintifik, hingga respons terhadap isu-isu aktual.

ITB TV juga akan menampilkan analisis prospektif dan foresight mengenai dinamika masa depan sesuai kepakaran ITB di bidang Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Langkah ini diharapkan memperkuat positioning ITB sebagai rujukan keilmuan yang kredibel.

2. Beasiswa media tingkatkan kapasitas jurnalis

Ilustrasi Beasiswa. (Pexels.com/Gül Işık)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis perguruan tinggi dalam membangun komunikasi publik yang akurat dan berdampak.

“Kolaborasi ITB dan media bukan semata relasi publikasi, tetapi kemitraan dalam membangun ekosistem pengetahuan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, ITB menghadirkan tiga beasiswa pascasarjana khusus bagi wartawan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi jurnalis, terutama di bidang bisnis dan manajemen, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi insan media.

Tak hanya studi, penerima beasiswa juga didorong berkontribusi dalam penulisan studi kasus, buku, maupun produk jurnalistik berbasis pengetahuan.

“Program ini kami rancang sebagai upaya peningkatan kapasitas jurnalis secara multidisiplin,” ujar Nurlaela.

Beasiswa ini terbuka bagi wartawan berusia maksimal 45 tahun, memiliki prestasi akademik baik, serta bersedia menyelesaikan studi maksimal 18 bulan sesuai standar akademik ITB. Proses seleksi meliputi administrasi, seleksi akademik, hingga wawancara dan diskusi kelompok terarah (FGD).

3. Perluas ruang dialog

itb. dok/istimewa

Selain pengumuman beasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara pimpinan kampus dan insan media. ITB memberikan apresiasi kepada media mitra atas kontribusi pemberitaan yang konstruktif dan informatif.

Nurlaela menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan peran bersama dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan publik.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak bisa berdiri sendiri dalam menyampaikan capaian riset, inovasi, dan kontribusi sosial tanpa dukungan media yang profesional dan berintegritas.

Melalui beasiswa dan penguatan kolaborasi ini, ITB berharap hubungan kampus dan media tidak hanya sebatas pemberitaan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling memperkuat dampak tridarma perguruan tinggi bagi masyarakat, industri, dan pemerintah.

Editorial Team