Ilustrasi Beasiswa. (Pexels.com/Gül Işık)
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Dr. N. Nurlaela Arief, menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis perguruan tinggi dalam membangun komunikasi publik yang akurat dan berdampak.
“Kolaborasi ITB dan media bukan semata relasi publikasi, tetapi kemitraan dalam membangun ekosistem pengetahuan,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, ITB menghadirkan tiga beasiswa pascasarjana khusus bagi wartawan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi jurnalis, terutama di bidang bisnis dan manajemen, sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi insan media.
Tak hanya studi, penerima beasiswa juga didorong berkontribusi dalam penulisan studi kasus, buku, maupun produk jurnalistik berbasis pengetahuan.
“Program ini kami rancang sebagai upaya peningkatan kapasitas jurnalis secara multidisiplin,” ujar Nurlaela.
Beasiswa ini terbuka bagi wartawan berusia maksimal 45 tahun, memiliki prestasi akademik baik, serta bersedia menyelesaikan studi maksimal 18 bulan sesuai standar akademik ITB. Proses seleksi meliputi administrasi, seleksi akademik, hingga wawancara dan diskusi kelompok terarah (FGD).