Bandung, IDN Times - Fenomena penurunan jumlah penduduk muda bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang mulai dirasakan banyak negara saat ini. Generasi muda yang biasanya menjadi motor ekonomi, inovasi, dan perubahan sosial kini jumlahnya terus menyusut.
Berbagai faktor berkelindan di balik tren ini, mulai dari perubahan gaya hidup, tekanan ekonomi, hingga keputusan personal soal pernikahan dan memiliki anak. Anak muda di banyak negara kini menghadapi tantangan hidup yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Biaya hidup yang meningkat, ketidakpastian kerja, hingga krisis hunian membuat banyak orang menunda bahkan menghindari rencana berkeluarga. Dampaknya terasa langsung pada angka kelahiran dan struktur demografi.
Jika dibiarkan, penyusutan populasi muda bisa memengaruhi stabilitas ekonomi, sistem pensiun, hingga dinamika sosial sebuah negara. Berikut beberapa negara yang mulai merasakan dampak berkurangnya penduduk usia muda.
