Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung mulai bersiap menghadapi potensi darurat sampah. Kondisi ini dilakukan setelah seluruh teknologi insinerator yang menjadi salah satu cara pemkot mengatasi sampah dipastikan berhenti total. Selain itu, pengiriman sampah ke TPA Sarimukti juga terancam kembali dikurangi.
Situasi ini tak hanya berisiko menimbulkan tumpukan sampah, tetapi juga berpotensi memicu masalah sosial, kesehatan, hingga konflik di tingkat warga. Menyadari ancaman tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Balaikota, Rabu(4/2/2026). Agenda utamanya bukan sekadar teknis pengolahan, melainkan kesiapan kota menghadapi dampak sosial jika krisis benar-benar terjadi.
Farhan menegaskan, Kota Bandung tidak memiliki ruang untuk menunda. Tanpa insinerator dan dengan potensi pembatasan pembuangan, Pemkot harus segera menemukan skema baru agar sampah tak menumpuk di kota.
