Bandung, IDN Times - Kota Bandung harus waspada akan penumpukan sampah akibat pengurangan ritase yang bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti. Di sisi lain, jumlah sampah dari masyarakat maupun pelaku usaha masih terus meningkat.
Berdasarkan data Pemkot Bandung, timbunan sampah kota mencapai sekitar 1.496,3 ton per hari. Namun jatah pengiriman ke TPA Sarimukti (Kabupaten Bandung Barat) hanya 981,3 ton per hari. Artinya, lebih dari 500 ton sampah per hari belum dapat diangkut ke TPA.
Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sepenuhnya bergantung pada Sarimukti, yang sudah kelebihan kapasitas. Selain itu, pengiriman sampah ke Sarimukti dibatasi maksimal 140 rit per hari sedangkan potensi armada Kota Bandung mencapai 154 rit.
Sisa belasan rit per hari inilah yang saat ini menjadi kendala utama. Akibatnya, masih ada penumpukan sampah di beberapa TPS dan jalanan. Namun, Pemkot sudah menanganinya: sekitar 136 titik penumpukan telah berhasil dituntaskan, dan saat ini fokus diarahkan pada pengolahan sampah di TPS-TPS kota agar tumpukan tidak terulang kembali.
