Bandung, IDN Times - Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor batu bara dinilai menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding industri lainnya. Selain dituntut mengurangi emisi dan menjaga lingkungan, industri ini masih memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tambang harus menjalankan berbagai kepentingan secara bersamaan. Di satu sisi ada tuntutan keberlanjutan lingkungan, sementara di sisi lain kebutuhan energi dan tekanan ekonomi tetap harus dipenuhi.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia” yang digelar Katadata Green pada Rabu (20/5).
Dalam forum itu, para pelaku industri dan peneliti menilai penerapan ESG di sektor tambang membutuhkan kesiapan regulasi, investasi, hingga perubahan model bisnis yang tidak bisa dilakukan secara instan.
