IGD RS Bandung Kiwari Padat, Dirut: Banyak Pasien Ringan Ingin Cepat Ditangani. IDN Times/Debbie Sutrisno
Meski IGD mengalami kepadatan, Arief mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RSUD Bandung Kiwari masih berada di angka 74 persen. Rumah sakit tersebut memiliki total 333 tempat tidur. Artinya, secara keseluruhan ruang rawat inap masih memiliki kapasitas yang tersedia, meski proses pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan tetap perlu dilakukan secara bertahap.
Pihak rumah sakit pun berupaya mempercepat perpindahan pasien yang sudah stabil ke ruang rawat inap serta memulangkan pasien yang sudah layak pulang agar dapat melanjutkan kontrol melalui poli rawat jalan.
Arief juga mengusulkan penambahan perawat dan dokter umum di ruang perawatan untuk membantu mempercepat proses tersebut. Rotasi tenaga kesehatan dilakukan untuk memperkuat pelayanan di IGD ketika terjadi lonjakan pasien.
Di sisi lain, Arief mengimbau masyarakat tidak langsung datang ke IGD apabila keluhan yang dialami masih ringan dan stabil. "Datanglah ke IGD kalau memang keadaannya darurat, seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pendarahan hebat, atau kecelakaan," katanya.
Untuk keluhan yang lebih ringan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Puskesmas, klinik, maupun poli rawat jalan di rumah sakit. Menurut Arief, pelayanan tersebut justru dapat lebih cepat karena pasien dapat langsung ditangani sesuai kebutuhan medisnya.
RSUD Bandung Kiwari juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar rujukan dari fasilitas kesehatan lain dapat dikonfirmasi terlebih dahulu melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute). Langkah ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan tempat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.