Bandung, IDN Times - Bencana kebumian masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat yang kerap dilanda longsor, gempa, dan banjir bandang. Namun di balik rentetan kejadian tersebut, pola penanganan bencana dinilai belum banyak berubah: respons datang setelah bencana terjadi.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mendorong agar pendekatan geosains tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi dasar utama dalam kebijakan kebencanaan nasional dan perencanaan pembangunan.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IAGI 2023–2026, Mirzam Abdurrachman, menegaskan perlunya perubahan cara pandang dalam menghadapi bencana kebumian agar kebijakan yang diambil bersifat preventif, bukan reaktif.
