Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hujan Disertai Angin Kencang, Baliho hingga Pohon Bertumbangan di Bandung
Ilustrasi pohon tumbang. Dok Istimewa
  • Hujan deras disertai angin kencang melanda Bandung pada Jumat (3/4/2026), menyebabkan sejumlah pohon dan baliho tumbang di beberapa titik kota serta merusak empat kendaraan.
  • Petugas gabungan segera mengevakuasi baliho dan pohon tumbang yang menutup jalan, sementara Pemkot Bandung memotong reklame menggunakan las demi keamanan pengguna jalan.
  • BMKG Bandung menjelaskan cuaca ekstrem dipicu suhu laut hangat, kelembapan tinggi, dan belokan angin yang membentuk awan konvektif; masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Hujan disertai angin terjadi di Kota Bandung, Jumat (3/4/2026). Cuaca ekstrem tersebut membuat sejumlah baliho dan pohon pun tumbang.

Dari informasi yang dihimpun IDN Times, pohon tumbang salah satunya terjadi di sekitar Jalan Dr Djundunan di bawah flyover Pasupati seberang Rumah Sakit Hasan Sadikin. Selain itu pohon tumbang pun terjadi di Jalan Rajawali, Jalan Kopo dekat RS Santosa, dan Jalan Cibeunying.

Untuk baliho yang rubuh, berada di Jalan Purnawarman seberang Bandung Electronic Center. Sebelumnya, baliho tumbang juga sempat terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada 28 Maret 20206,

Dari peristiwa ini empat buah kendaraan turut menjadi korban, Pemkot Bandung turut menangani reklame dengan dipotong beberapa bagian dengan las. Petugas gabungan melakukan pemindahan karena patahan papan reklame sudah menutup jalan.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada periode tersebut memang mendukung terbentuknya awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Barat.

Ia mengatakan bahwa suhu muka laut yang relatif hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer sehingga memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat.

“Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat saat ini dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta adanya belokan angin dan aktivitas gelombang atmosfer. Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” ujar Teguh Rahayu, saat dihubungi, Jumat (3/4/2026).

Analisis dinamika atmosfer juga menunjukkan kelembapan udara di lapisan 850 hingga 500 milibar berada pada kisaran 50 hingga 95 persen dengan tingkat labilitas atmosfer kategori sedang hingga kuat.

Kondisi ini memperbesar potensi terbentuknya awan konvektif skala lokal yang dapat berkembang cepat dan menghasilkan hujan lebat. Selain itu, citra radar cuaca memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif sejak menjelang siang hari yang kemudian meluas ke sebagian besar wilayah Jawa Barat hingga malam hari.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem terutama pada sore hingga malam hari, khususnya di daerah dengan topografi curam atau rawan longsor serta wilayah dataran rendah di sekitar aliran sungai yang berpotensi mengalami genangan atau banjir.

Dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan masih diprakirakan terjadi secara lokal di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kota Tasikmalaya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan tanda-tanda cuaca buruk seperti munculnya awan gelap menjulang tinggi yang dapat menjadi indikasi awan cumulonimbus, serta menghindari tempat terbuka, pohon besar, dan bangunan tidak kokoh saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Editorial Team