Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hujan Deras Terjang Bandung, Pohon Tumbang di Sejumlah Titik
Sejumlah Pohon Tumbang saat Hujan Lebat di Bandung. Dok Istimewa
  • Hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda Bandung, menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi seperti Jalan Soekarno Hatta, Taman Regol, dan Jalan Cibadak.
  • Petugas kepolisian bersama warga segera mengevakuasi pohon tumbang yang menutup jalan, memastikan tidak ada korban jiwa meski arus lalu lintas sempat tersendat.
  • BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Jawa Barat hingga 11 Maret 2026 serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kota Bandung, Rabu (4/3/2026) siang. Selain itu, hujan juga disertai angin kencang dan petir. Akibatnya, kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kota Bandung, salah satunya di Jalan Soekarno Hatta arah Cibiru tepatnya didekat Apartemen Panoramic.

Usai pohon timbang, petugas kepolisian dan warga setempat membersihkan batang pohon yang menutup lajur kiri jalan ini. Saat dilakukan pembersihan, arus lalu lintas sementara terjadi pelambatan.

“Hujanya sebentar, tapi anginnya kenceng banget, sampai pohon di sini tumbang,” kata Aki salah satu warga ditemui di lokasi kejadian.

Tidak ada korban dalam kejadian pohon tumbang ini. petugas kepolisian dari Polsek Cinambo dan warga sekitar mengevakuasi pohon tumbang yang menutup bahu jalan tersebut.

Sementara itu, dari laporan lainnya kejadian pohon tumbang terjadi di Taman Regol, Jalan Diponegoro dan menimpa mobil, juga terjadi di Jalan Cibadak, Astanaanyar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan dari 5 hingga 11 Maret 2026.

Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer diantaranya yakni pada gelombang Low Frequency memberikan pembentukan terhadap awan hujan.

“Diperkirakan pada satu pekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari,” kata Teguh di Bandung, Rabu.

Oleh karena itu, Teguh meminta masyarakat khususnya di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Teguh menjelaskan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.

Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat pada sejumlah wilayah Jabar.

Teguh mengatakan pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini, masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” katanya.

Editorial Team