Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
virus superflu merebak
virus superflu yang dinilai lebih kuat dari covid-19

Intinya sih...

  • Perilaku hidup sehat perlu diingatkan sebagai langkah antisipasi

  • Dinkes Majalengka berencana mengirim surat edaran untuk masyarakat

  • Sepuluh kasus superflu ditemukan di RSHS Bandung berdasarkan hasil surveillance

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus superflu atau Virus Influenza tipe A H3N2 di daerah tersebut.

Kepala Dinkes Majalengka Agus Suratman mengatakan, hingga pertengahan Januari ini, belum ada laporan terkait kasus tersebut.

"Sampai Jumat (16/1/2026) kemarin, tidak ada superflu di Majalengka,” kata Agus, Sabtu (17/1/2026).

1. Ingatkan perilaku hidup sehat

Hidup sehat

Sebagai langkah antisipasi, Agus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kasus itu. Kendati demikian, masyarakat juga diminta untuk tidak terlalu panik.

Yang perlu dilakukan masyarakat, kata Agus, adalah membiasakan pola hidup yang bersih. “Jangan membuat panik, dan masyarakat jangan panik. Pencegahan kami arahkan pada perilaku hidup sehat dan bersih,” ujar dia.

2. Dinkes berencana kirim surat edaran

Kadinkes Majalengka (IDN Times/Inin Nastain)

Imbauan agar masyarakat membiasakan hidup sehat, ujarnya, rencananya akan disampaikan lewat Surat Edaran (SE). Rencananya, SE tersebut akan mulai disampaikan pekan depan.

"Kami siapkan surat edaran nanti Senin (depan) ke masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih,” kata Agus

3. Sepuluh kasus superflu ditemukan di Jabar

Superflu

Sementara itu, dikabarkan terdapat sepuluh pasien superflu di RSHS Bandung. Kasus itu ditemukan berdasarkan hasil surveillance yang dilakukan sejak tahun 2025.

Dari surveillance itu, pada periode 28 September-21 November, RSHS menemukan 47 pasien Influenza. Dari jumlah keseluruhan itu, sepuluh di antaranya positif superflu.

"Jadi kami dari Rumah Sakit Hasan Sadikin sejak dari Juli atau Agustus tahun 2023, kami melakukan surveillance secara insiden semua pasien yang datang ke rumah sakit Hasan Sadikin sejak dari unit gawat darurat. Kami lakukan screening menanyakan gejala," kata Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSUP Hasan Sadikin Bandung dr Yovita Hartantri, Kamis (8/1/2026)

Editorial Team