Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hilal di Bandung Belum Terlihat, Lebaran Hari Sabtu
Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Hilal di Bandung dan tujuh titik pemantauan Jawa Barat belum terlihat jelas karena cuaca hujan serta ketinggian hilal yang masih di bawah satu derajat.
  • Kemenag Jabar melaporkan hasil rukyat ke Menteri Agama untuk dibahas dalam sidang isbat malam ini sebagai penentu resmi tanggal Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Berdasarkan kriteria MABIMS, posisi hilal belum memenuhi syarat sehingga Ramadan diprediksi genap 30 hari dan Idulfitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 Maret 2026

Kanwil Kemenag Jawa Barat melakukan pemantauan hilal di Unisba dan tujuh titik lain. Hilal tidak terlihat karena cuaca hujan dan ketinggian belum memenuhi syarat.

19 Maret 2026

Encep Abdul Rojak menjelaskan ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pukul 08.23 WIB, dengan pengamatan hilal dimulai pukul 18.00 WIB dan Bulan terbenam pukul 18.10 WIB.

21 Maret 2026

Berdasarkan prediksi, jika Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, maka Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Sabtu ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hilal belum terlihat dalam pemantauan di Bandung dan tujuh titik lain di Jawa Barat, sehingga penetapan Idulfitri masih menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama pusat.
  • Who?
    Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Ohan Burhan, serta Kepala Observatorium Albiruni Encep Abdul Rojak terlibat dalam kegiatan pemantauan hilal.
  • Where?
    Pemantauan dilakukan di Universitas Islam Bandung (Unisba) dan tujuh lokasi lainnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.
  • When?
    Kegiatan rukyat hilal berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, menjelang waktu matahari terbenam sekitar pukul 18.00 WIB.
  • Why?
    Hilal tidak terlihat karena kondisi cuaca berawan dan posisi ketinggian hilal belum memenuhi syarat kriteria MABIMS untuk penentuan awal bulan Syawal.
  • How?
    Pemantauan dilakukan dengan metode rukyat menggunakan peralatan observasi astronomi; hasilnya dilaporkan ke Menteri Agama untuk dibahas dalam sidang isbat malam ini di Jakarta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang dari Kemenag di Bandung mau lihat bulan sabit kecil buat tahu kapan Lebaran. Mereka lihat di Unisba dan tempat lain, tapi bulan belum kelihatan karena hujan dan masih rendah. Pak Dudu bilang semua harus sabar tunggu keputusan dari Jakarta malam ini. Kalau belum kelihatan, mungkin Lebaran hari Sabtu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemantauan hilal di Bandung menunjukkan keseriusan dan ketelitian berbagai pihak dalam memastikan awal Idulfitri sesuai kaidah ilmiah dan syariat. Keterlibatan delapan titik pengamatan, penjelasan ilmiah dari para ahli, serta imbauan untuk menunggu keputusan resmi mencerminkan transparansi, kehati-hatian, dan koordinasi yang baik antara lembaga keagamaan dan ilmuwan astronomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat turut melakukan pemantauan hilal di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Kamis (19/3/2026). Hasilnya, hilal dipastikan belum terlihat secara jelas.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman mengatakan, tidak hanya di Unisba pantauan hilal di tujuh titik lainnya di wilayah Jawa Barat juga dipastikan belum memenuhi aturan.

"Hasil dari rukyat hilal Jawa Barat dari tujuh titik, hilal itu tidak terlihat dan tadi sudah disampaikan apa yang terjadi hari ini, sebetulnya di Unisba ini bahwa hilal ini masih jauh dari satu derajat," ujar Dudu saat ditemui di lokasi.

1. Cuaca hujan turut menjadi faktor

Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dudu menjelaskan, ada berbagai faktor yang menyebabkan hilal belum terlihat salah satunya kondisi cuaca yang mana di wilayah Kota Bandung pada hari ini diguyur hujan dengan intensitas ringan.

"Terutama cuaca, kedua juga berkaitan dengan karena ketinggian hilalnya belum memenuhi syarat," katanya.

Dengan begitu, Dudu mengimbau agar masyarakat tetap bersabar menunggu keputusan sidang isbat dari Kemenag pusat. Sebab yang menjadi penentu Idulfitri yaitu sidang isbat.

"Tentunya hasil dari rukyatul hilal di Jawa Barat dari tujuh titik ini termasuk Unisba ini akan dilaporkan kepada menteri agama, dan malam ini akan sidang isbat di Jakarta," katanya.

2. Idulfitri jatuh pada Sabtu besok

Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ohan Burhan mengatakan, berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) posisi hilal tidak memenuhi kriteria yaitu tinggi hilal di tiga derajar sudut elongasi 6,4 drajat. Dengan begitu ada kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari.

"Sehingga di prediksi bulan Ramadan 1447 Hijriah akan digenapkan menjadi 30 Hari dan 1 syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026. Tapi kepastiannya kita tunggu sidang Isbat nanti," kata dia.

3. Jarak bulan dan matahari memang belum dekat

Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kepala Observatorium Albiruni, Encep Abdul Rojak menjelaskan, bahwa secara astronomis ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 08.23 WIB. Konjungsi merupakan posisi saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis astronomis.

"Pengamatan hilal dimulai saat matahari terbenam, yakni pukul 18.00 WIB dan hilal pada ketinggian +1˚52’53, sementara Bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.10 WIB," katanya.

Pada saat matahari terbenam, posisi Bulan berada pada azimuth 274°00’26 dan Matahari pada azimuth 269°20’26. Nilai elongasi atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari tercatat sebesar +5°42’15.

Editorial Team