Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Herdis: Sopir AKDP Panjalu 30 Tahun Dedikasikan Hidup Antar Pemudik
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Herdis Herdiana, sopir AKDP asal Panjalu, telah 30 tahun mendedikasikan hidupnya mengantar penumpang mudik meski sering melewatkan momen Idul Fitri bersama keluarga.
  • Tahun ini Herdis memutuskan tidak bekerja saat malam Idul Fitri karena permintaan keluarga, di tengah menurunnya jumlah penumpang mobil Elf AKDP.
  • Dishub Jabar memprediksi puncak arus mudik terjadi H-3 Idul Fitri 2026 dengan 25,6 juta warga melakukan perjalanan, dan Garut menjadi tujuan terbanyak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Maret 2026

Herdis Herdiana, sopir AKDP dari Panjalu, ditemui di Terminal ST Hall Kebon Jati Bandung dan menceritakan pengalamannya selama 30 tahun mengantar penumpang saat arus mudik Lebaran.

Tahun ini

Herdis memutuskan untuk tidak menarik penumpang pada malam Idul Fitri karena ingin berkumpul bersama keluarga setelah sering absen pada tahun-tahun sebelumnya.

18 Maret 2026

Dishub Jawa Barat memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 dengan sekitar 8,9 juta warga melakukan perjalanan keluar daerah.

Idul Fitri 2026

Sebanyak 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan melakukan perjalanan mudik, dengan Kabupaten Garut menjadi tujuan terbanyak mencapai 2,94 juta orang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang sopir Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) bernama Herdis Herdiana menceritakan pengalamannya selama 30 tahun mengantar penumpang mudik serta keputusannya untuk tidak bekerja saat Idul Fitri tahun ini.
  • Who?
    Herdis Herdiana, sopir AKDP asal Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang telah berprofesi sebagai pengemudi selama tiga dekade dan biasa melayani rute Bandung–Panjalu.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Terminal ST Hall Kebon Jati, Kota Bandung, dengan aktivitas perjalanan mencakup wilayah Jawa Barat terutama rute menuju Panjalu, Kabupaten Ciamis.
  • When?
    Pertemuan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, menjelang arus mudik Idul Fitri yang diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 lebaran atau 18 Maret 2026.
  • Why?
    Herdis memutuskan tidak menarik penumpang saat malam Idul Fitri karena ingin berkumpul bersama keluarga dan menurunnya jumlah penumpang angkutan umum jenis Elf AKDP tahun ini.
  • How?
    Selama bertahun-tahun Herdis tetap bekerja meski harus meninggalkan keluarga saat lebaran. Tahun ini ia memilih pulang lebih awal setelah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Herdis itu sopir mobil dari Panjalu. Ia sudah nyopir lama sekali, tiga puluh tahun. Tiap lebaran dia suka antar orang mudik, jadi jarang kumpul sama keluarganya. Tapi tahun ini dia mau pulang dan gak nyopir dulu karena keluarganya pengin bareng. Sekarang penumpang gak seramai dulu, tapi dia tetap semangat kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dedikasi Herdis Herdiana selama tiga dekade sebagai sopir AKDP mencerminkan ketulusan dan keteguhan dalam bekerja, bahkan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan minat penumpang. Keputusannya untuk berlebaran bersama keluarga tahun ini menunjukkan keseimbangan antara tanggung jawab dan kasih sayang, sementara keberhasilannya membesarkan anak-anak hingga mandiri menjadi bukti nyata dari kerja keras yang bermakna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Momentum arus mudik lebaran menjadi hal yang dinantikan oleh para sopir Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di seluruh wilayah, termasuk di Jawa Barat. Di tengah tingginya permintaan akan moda transportasi antarkota, para sopir rela meninggalkan anggota keluarganya demi bisa mengantarkan penumpang ke titik tujuan.

Seperti, Herdis Herdiana (63 tahun) sopir AKDP dari Panjalu, Kabupaten Ciamis yang rela mendedikasikan separuh hidupnya untuk mengantarkan para penumpang ke stasiun agar bisa pulang kampung dengan aman dan selamat.

"Hari raya malam takbir, saya kadang narik kadang enggak. Terutama malam takbiran, soalnya melihat banyak apa enggaknya penumpang, dan banyak juga supir menginap di sini kalau hari raya, apalagi kalau ramai penumpang," ujar Herdis saat ditemui di Terminal ST Hall Kebon Jati, Kota Bandung, Rabu (11/3/2026).

1. Kondisi penumpang belum pasti ramai

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Meski sering tidak pulang saat IdulFitri, pada tahun ini Herdis akan pulang dan tidak akan menarik terlebih dahulu karena keluarga sudah memperingatkan dirinya agar bisa berkumpul dan sementara meninggalkan pekerjaannya.

"Tahun ini pulang karena tidak akan narik saat malam IdulFitri. Hari kemarin saja saya cuma bawa uang Rp25 ribu, setor Rp100 ribu sisanya uang yang saya dapat saya buat isi solar. Itu juga enggak penuh soalrnya," kata Herdis.

Selain karena keluarga, Herdis tidak bisa menampik kondisi penumpang angkutan umum khususnya mobil Elf AKDP tidak banyak diminati lagi.

"Penumpang biasanya hari ke 20 puasa sudah ramai sekarang gak tau gak jelas apakah akan ramai atau enggak. Tapi ya lumayan lah ada penumpang," katanya.

2. Sempat diprotes keluarga

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Herdis paham betul rasanya jarang berkumpul bersama keluarga saat hari raya IdulFitri karena harus tetap menarik penumpang. Bahkan, keluarganya mengingatkan agar pada tahun ini bisa segera kumpul merayakan lebaran bersama keluarga bersar.

"Keluarga di rumah ada anak, tapi keluarga suka ngasih tau buat apa masih narik orang lain di luar Jawa aja pada mudik ke rumah, ini malah nari," ucapnya.

Mengenai ongkos penumpang, Herdis jujur sering mendapatkan uang tips dari penumpang karena beberapa di antaranya sudah kenal akrab sehingga terkadang diberikan bonus.

"Ongkos sekarang dari Bandung ke Panjalu Rp30 ribu, macam-macam bisa sampai Rp80 ribu. Kondisi penumpang sekarang gak ada yang baru, itu-itu saja pelanggannya tidak bertambah," katanya.

3. Sepuluh dekade sudah menjadi sopir AKDP mengantar para pemudik

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menjadi sopir AKDP memang merupakan pilihan Herdis. Dari tenaga yang didedikasikan selama separuh hidupnya itu turut berhasil membesarkan empat orang anaknya dan kini beberapa di antaranya sudah membuka usah, hingga sarjana.

"Alhamdulillah anak saya empat orang, saya nyopir sudah 30 tahun. Hampir setengah hidup saya nyupir. Anak-anak sudah ada yang membuka usaha dan ada yang mau wisuda (kuliah), dan saya tahun ini dipastikan tidak menarik penumpang saat lebaran," kata Herdis.

Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.

Sedangkan, total secara keseluruhan ada 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada IdulFitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.

Adapun 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.

Editorial Team